Immanuel memberi contoh pada kinerja Menteri Sekretariat Negara Pratikno yang dianggapnya memberi informasi yang salah kepada presiden.
Misalnya pada omnibus law RUU Cipta Kerja, Immanuel menyebut kesalahan Pratikno yang menyampaikan ada beberapa pasal salah ketik.
"Soal Pratikno kita lihat ada beberapa blunder informasi yang disampaikan ke presiden berkaitan dengan omnibus law," singgung relawan pendukung Jokowi tersebut.
"Omnibus law itu Pratikno menyampaikan kesalahan beberapa pasal salah ketik. Ini 'kan bahaya, orang pejabat menyampaikan ke publik itu salah ketik," lanjutnya.
"Artinya secara moral dan akademi ini memalukan," komentar Immanuel.
Ia menyinggung persoalan lain, yakni Perpres Investasi Industri Miras.
Menurut Immanuel, lolosnya perpres tersebut membuat presiden dirundung habis-habisan.
"Kedua, persoalan Perpres Miras juga kok bisa lolos? Akhirnya presiden di-bully seakan-akan presiden pro miras," katanya.
Lihat videonya mulai dari awal:
Daftar Menteri yang Layak Direshuffle Menurut IPO
Isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo dan sang wakil, Ma'ruf Amin, kembali menyeruak.
Dilansir TribunWow.com, sejumlah lembaga survei telah melakukan riset terkait sosok menteri yang layak direshuffle.
Satu di antara lembaga tersebut yakni Indonesia Political Opinion (IPO).
Baca juga: Relawan Jokowi Ingin 5 Menteri Ini Di-Reshuffle, Sebut Pratikno Sudah Blunder 3 Kali
Baca juga: Bocoran Ngabalin soal Reshuffle Kabinet Jokowi, Sebut Bakal Dilakukan dalam Waktu Dekat: Pekan Ini
Dari survei IPO, nama Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly berada di urutan teratas.