Isu Kudeta Partai Demokrat

Demokrat Bingung Eks KSP Ikut Bicarakan Moeldoko, Curiga Terkait Kekuasaan hingga Singgung Istana

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko kembali memberikan klarifikasi soal tudingan yang menyebut dirinya ikut terlibat dalam gerakan mengudeta Partai Demokrat.

TRIBUNWOW.COM - Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyoroti keterlibatan Kantor Staf Presiden (KSP) dalam dugaan penggulingan partainya.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Senin (8/2/2021).

Diketahui Demokrat menuding Kepala KSP Moeldoko adalah dalang di balik upaya kudeta, dengan mengajak kader Demokrat lainnya.

Baca juga: Herzaky Mahendra Putra Minta Moeldoko Tak Bawa Nama Luhut Pandjaitan dalam Isu Kudeta Demokrat

Mantan staf Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Bambang Beathor Suryadi dan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saling membantah terkait keterlibatan Moeldoko dalam isu kudeta Demokrat, Senin (8/2/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Bahas Sumbangsih AHY hingga Muncul Isu Kudeta Demokrat, Pengamat: Ditarik Pak SBY, Kalah Pula

Moeldoko mengakui dirinya sempat bertemu sejumlah kader Demokrat dalam pertemuan santai dan menegaskan dirinya hadir sebagai pribadi, bukan mewakili KSP.

Menanggapi hal itu, Herzaky tetap meyakini Moeldoko hadir sebagai perwakilan KSP.

Ia memberi gambaran jika Moeldoko ingin maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024.

"Misalnya saja begini, kalau Pak Moeldoko sebagai individu, katakanlah besok bukan menjadi Kepala KSP, kira-kira kalau beliau keliling-keliling laku enggak nama dia ke kader-kader kami atau ke kader partai lain?" singgung Herzaky.

Ia meyakini ada kaitan KSP dengan upaya penggulingan kepemimpinan Demokrat.

Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya perwakilan KSP yang memberi komentar hingga pembelaan, termasuk mantan staf KSP Bambang Beathor Suryadi.

"Katanya bukan (terkait) KSP, tapi kami bingung di hari Kamis mendadak ada staf ahli (KSP) yang komentar membela Pak Moeldoko," ungkap Herzaky.

"Terus mendadak ada eks staf KSP. Ini 'kan bingung. Katanya tidak ada kaitan dengan kekuasaan, tidak ada kaitan dengan KSP, tetapi kenapa semua relasinya KSP semua. Ini agak membingungkan," katanya, merujuk kepada Bambang Beathor Suryadi.

Baca juga: Eks KSP Sebut Moeldoko Digiring Senior Demokrat, Herzaky: 1 Jenderal Tak Ikut Jejak Terhormat Senior

Selain itu, ia menyebut Moeldoko datang ke pertemuan dengan mengenakan lencana KSP, menunjukkan posisinya sebagai pejabat publik.

"Tapi ya sudahlah, kalau misalkan Pak Moeldoko bilang urusannya pribadi, ya bagus kalau begitu," tambah Herzaky singkat.

Dalam tayangan yang sama, sebelumnya Herzaky menuturkan ada faktor luar partai yang mencoba mengambil alih kepemimpinan Demokrat.

Herzaky mengaku tidak masalah jika hanya muncul kritik dari para politisi Demokrat senior.

Halaman
123