"Saya rasa begitu. Ada kegelisahan para senior di dalam partai, tapi mereka tidak berdaya. Ketidakberdayaan itu mereka mencari figure di luar partai," terangnya.
Baca juga: Tak Cuma Moeldoko, Ruhut Sitompul Ungkap Luhut juga Temui Kader Demokrat: Saya Kan Orang Dekatnya
Mendengar penjelasan itu, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyanggah.
Ia menyebut ada kesalahan logika dalam penjabaran Bambang Beathor.
Diketahui sebelumnya Bambang memberi contoh ada sejumlah upaya mengambil alih yang dilakukan di berbagai partai.
Namun, upaya itu gagal dan mereka membuat partai baru, seperti yang dilakukan pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya lihat luar biasa terhormatnya jenderal-jenderal seperti ini. Termasuk Pak SBY tidak mencoba menjadi pemimpin di partai lain, tapi Beliau membangun partai sendiri," kata Herzaky Mahendra Putra.
Ia menyebut tindakan Moeldoko "tidak terhormat" karena berupaya merebut partainya dari luar, tidak seperti eks jenderal TNI lainnya yang terjun ke politik.
"Yang sangat disayangkan kali ini ada satu jenderal yang tidak mencoba mengikuti jejak terhormat para seniornya," sindir Herzaky. (TribunWow.com/Brigitta)