Terkini Daerah

Ditemukan Tewas Terbungkus Selimut di Kamar Hotel, Siswi SMA Demak Ternyata Pamit Pergi Sekolah

Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim Inafis Polres Semarang bersama tim medis Puskesmas Jimbaran melakukan olah TKP di Hotel Frieda, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (15/11/2020).

TRIBUNWOW.COM- Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Demak berinisial DF ditemukan tewas dibungkus selimut di sebuah kamar hotel.

Jasad korban pembunuhan ini ditemukan di sebuah kamar di Hotel Frieda, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu, (15/11/2020).

Sebelum diketahui meninggal dunia, korban terakhir pamit ke keluarga pergi meninggalkan rumah untuk sekolah.

Baca juga: Diminta Checkout Tak Kunjung Jawab, Siswi SMA Ditemukan Tewas di Hotel Bandungan, Kondisi Telentang

Baca juga: Kabur ke Surabaya setelah Bunuh Siswi di Hotel Bandungan, Pelaku Gasak Motor dan Ponsel Korban

Paman korban Murtadlo mengatakan, korban meninggalkan rumah pada Sabtu, (14/11/2020) pagi.

"Pamitnya ke sekolah," katanya saat ditemui Tribun Jateng di rumah korban di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Selasa, (17/11/2020).

Lebih lanjut, dia menuturkan, pihak keluarga mengetahui DF meninggal dunia pada Minggu, (15/11/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

"Diberitahu oleh pihak kepolisian," imbuhnya.

Pihak keluarga memakamkan korban pada Senin, (16/11/2020) pagi.

 

Seorang karyawan hotel menunjukkan kamar lokasi pembunuhan yang telah dipasangi garis polisi di Hotel Frieda, Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin (16/11/2020). (Istimewa via TribunJateng.com)

Baca juga: Kasus Siswi SMA Dibunuh di Kamar Hotel, Polisi Dapatkan Motif Sementara, Bukti HP dan Motor Dijual

Baca juga: Ditemukan Tewas Terbungkus Selimut di Hotel, Ada Bekas Tekanan di Muka Siswi SMA Asal Demak

Menurut Murtadlo, pihak keluarga tidak memiliki firasat apa pun terkait kejadian ini.

Pihak keluarga, tutur dia, sama sekali tidak menyangka peristiwa ini menimpa DF.

Saat ini, tutur dia, pihak keluarga sudah menyerahkan proses hukumnya ke kepolisian.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jateng, korban di mata tetangga dikenal sebagai orang baik.

"Orangnya baik, pinter, sama tetangganya suka menyapa," kata tetangga korban.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu juga, kata tetangga korban, dikenal sebagai orang yang pendiam.

Ditangkap di Surabaya

Halaman
1234