TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu menilai bahwa menarik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus Novel Baswedan itu berlebihan.
Hal itu diungkapkan Masinton Pasaribu di acara Mata Najwa Rabu (18/6/2020).
Dalam kesempatan itu, Masinton Pasaribu juga mengungkit soal intervensi Presiden Joko Widodo terhadap Kasus Sarang Burung Walet yang dialami Novel Baswedan.
• Masinton Sebut Tarik Jokowi ke Kasus Novel Lebay, Najwa Langsung Putarkan Penjelasan Mahfud MD
"Perhatian concern presiden pada Pak Jokowi terhadap kasus Novel ketika kasusnya tahun 2016 bulan 2 dibawa ke pengadilan kasus burung walet itu, penganiayaan dan ada korban yang meninggal pada saat itu."
"Nah kemudian presiden memerintahkan itu Kejaksaan Agung supaya dikeluarkan penghentian penuntutan terbitlah SKPP (Surat Keterangan Penghentian Penuntutan)," ujar Masinton.
Tak hanya itu, Masinton juga mengungkit soal biaya yang telah dikeluarkan presiden untuk membantu Novel terkait kasus penyiraman yang terjadi pada April 2017.
"Nah kemudian ketika Kasus Novel disiram air keras kemudian presiden mengeluarkan anggaran lebih kurang Rp 4 Miliar kalau tidak salah, anggaran kepresidenan untuk meng-cover pengobatannya hingga ke Singapura," ujarnya.
Tak sampai di sana, politikus tersebut juga membahas bahwa kasus Novel telah ditangani dua Kapolri secara bergantian.
Sehingga Masinton merasa Jokowi sudah memberikan perhatian lebih.
• Dengar Jawaban Novel Baswedan soal yang Kurang dari Sikap Jokowi, Najwa: Orang Kuat yang Anda Sebut?
"Ketika kasus ini muncul presiden berkali-kali menginstrusikan kepada Kapolri bahkan hingga dua Kapolri zaman Pak Tito Karnavian dan Pak Idham Azis untuk segera menemukan pelakunya."
"Artinya apa, presiden sudah memberikan porsi yang lebih menurut saya terhadap Saudara Novel," ujar Masinton.
Lalu pria 49 tahun tersebut membahas pula banyak penegak hukum lain di Indonesia yang tidak mendapat perhatian khusus.
"Ya kita juga harus memberikan yang proporsional bahwa Novel itu korban iya, tapi ini diistimewakan juga kita juga bangsa, bangsa ini juga jangan jadi bangsa yang sangat melo gitu."
"Ada banyak apakah perhatian presiden, pemerintah terhadap prajurit kepolisian dan TNI yang juga mengalami insiden bahkan ada yang gugur ketika melaksanakan tugasnya apakah perhatiannya sama seperti Novel, tidak," ungkapnya.
Sehingga, Masinton meminta agar Jokowi fokus pada masalah lain.