Terkini Daerah

Fakta Babysitter Rekayasa Penculikan, Peras Majikan demi iPhone 11: Tak Menyesal, Saya Suka Bohong

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan ketika menginterogasi Romiati Wulan Sari yang merekayasa penculikan di Palembang, Kamis (16/4/2020).

Motif rekayasa penculikan tersebut karena pelaku ingin memeras majikannya sendiri.

6. Peras majikan demi iPhone 11

Romiati mengatakan, aksi itu ia lakukan demi untuk membeli satu unit ponsel baru jenis iPhone 11 yang sudah lama diidamkannya.

Karena uang gajinya tak cukup untuk membeli handphone tersebut, ia pun merencanakan aksi penculikan itu.

"Uang saya tidak cukup untuk beli handphone. Rencananya mau beli iPhone 11, jadi buat rencana begitu," katanya saat diamankan di Polda Sumsel, Kamis (16/4/2020).

Dalam melakukan aksinya, kata Rumiati, ia dibantu dua sepupunya yakni DR dan RN.

"Dua itu sepupu saya. Video itu saya kirim ke majikan agar dikasih uang tebusan," ujarnya.

Atas perbuatannya, Romiati dan dua sepupunya itu, yakni DR dan NR dijerat pasal 368 KUHP dan pasal 368 KUHP tentang penipuan dengan pemerasan dengan kurungan 5 tahun penjara.

VIDEO Dukungan untuk Tenaga Medis Virus Corona dari Komunitas Sepeda Fespa

7. Mengaku tak menyesal

Kepada polisi, Romiati mengaku tidak menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya. Sebab, selama ini dirinya memang sering membohongi orang terdekatnya sendiri, seperti orangtua dan pacarnya.

"Tidak, saya tidak menyesal, saya memang suka bohong. Saya sempat berusaha untuk jujur tapi tetap tidak bisa," ujarnya.

Sementara itu, dikutip dari TribunSumsel.com, orangtua Romiati yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku terkejut dengan tindakan anaknya yang telah merekayasa aksi penculikan terhadap dirinya dan meminta tebusan.

"Dia ini anak yang baik, rajin salat, tidak membantah dan tidak neko-neko. Saya terkejut kenapa bisa melakukan itu," katanya. (Aji YK Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta "Babysitter" Rekayasa Penculikan, Berawal dari Ingin Miliki iPhone 11"