Terkini Daerah

Fakta Babysitter Rekayasa Penculikan, Peras Majikan demi iPhone 11: Tak Menyesal, Saya Suka Bohong

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan ketika menginterogasi Romiati Wulan Sari yang merekayasa penculikan di Palembang, Kamis (16/4/2020).

Setelah mendapat laporan tersebut, sambungnya, pihaknya langsung menurunkan tim untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Karena ini adalah kasus yang menonjol kami menurunkan sebanyak dua tim," kata Suryadi melalui sambungan telepon, Rabu (15/4/2020).

Suryadi menjelaskan, pelaku sempat menghubungi majikan korban serta tempat penyaluran babysitter tersebut.

Mereka meminta uang tebusan bervariasi, dari Rp 50 juta sampai Rp 100 juta.

"Pacar korban juga ditelepon pelaku untuk meminta tebusan," ujarnya.

4. Penculikan ternyata direkayasa

Setelah mendapat laporan penculikan tersebut, Polda Sumsel langsung menurunkan dua tim untuk mengungkap kasus tersebut.

Hasilnya, ternyata penculikan tersebut ternyata direkayasa oleh korban sendiri.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku diketahui sedang berada di kawasan Perumahan Mutiara di Kecamatan Sukarame, Palembang.

"Saat diamankan, semua pelaku sedang duduk santai," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan Kombes Hisar Sialagan saat melakukan gelar perkara, Kamis (16/4/2020).

5. Otak pelaku rekayasa penculikan ternyata Romiati

Dalam melakukan aksinya, ketiga pelaku ini memiliki peran masing-masing.

Dikutip dari TribunSumsel.com, DR bertugas sebagai penculik dan mengancam akan membunuh Romiati bila tidak dipenuhi permintaan uang tebusannya.

Sedangkan NR bertugas merekam semua adegan rekayasa penyiksaan terhadap Romiati untuk dikirimkan ke majikan dan agen penyalur Rowiati.

"Otak pelaku tak lain adalah korban sendiri untuk mencari keuntungan," ujar Hisar.

Halaman
1234