Andreas mengaku sebelumnya tidak mengenal Harun, bahkan melihat wajahnya belum pernah.
"Karena memang beliau pernah jadi caleg PDIP. Tapi kalau bilang beliau pernah jadi kader, terus terang saya sendiri belum pernah tahu juga," kata Andreas.
• Terjaring OTT KPK, Ini Momen Wahyu Setiawan saat Lantang Suarakan Antikorupsi
Ia menduga masuknya Harun ke PDIP belum terlalu lama.
"Dalam proses pencalegan itu 'kan ada juga dari daerah mengusulkan. Sehingga memang di kepartaian, saya kira belum terlalu lama. Mungkin masuknya menjelang (pemilu)," jelas Andreas.
"Yang saya tahu dia ekonom, background-nya. Tapi selebihnya saya enggak tahu juga," lanjutnya.
Menurut Andreas, mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) adalah hal yang lazim dilakukan.
Diketahui sebelumnya Harun menyuap komisioner KPU agar dapat naik menjadi anggota DPR melalui PAW.
"PAW itu adalah hal yang biasa di dalam proses pemilu dan pascapemilu apabila ada yang meninggal dan berhalangan tetap," kata Andreas.
Menurut Andreas, pengganti PAW ditentukan oleh partai.
Ia menjelaskan pengganti PAW sudah ditetapkan sejak Juli 2019, tetapi tidak dipenuhi oleh KPU sebelum pleno penetapan anggota legislatif terpilih.
"Sehingga kemudian yang dilantik adalah caleg yang sekarang," lanjutnya.
• Terkait Pengajuan PAW, Puan Maharani Sebut Tak Pernah Ada Nama Harun Masiku
Andreas mengatakan partai sudah mengajukan judicial review (hak uji materi) ke KPU.
"Dalam proses ini kemudian partai mengajukan judicial review ke KPU. Kemudian yang terakhir adalah fatwa dari MA," kata Andreas.
Ia melanjutkan dalam putusan Mahkamah Agung (MA) telah ditetapkan partai berhak menentukan pengganti PAW.
"Sehingga dengan demikian berdasarkan itu, partai kemudian menulis surat untuk menggantikan yang bersangkutan dengan Harun Masiku," katanya.
"Artinya di sini ada perbedaan dan ada ruang yang diberikan dari MA untuk partai mengajukan kembali. Karena yang sebelumnya 'kan belum ada pengajuan judicial review, dan juga belum ada pengajuan untuk fatwa dari MA. Jadi itu interpretasi dari kedua belah pihak," jelas Andreas.
PDIP Keberatan soal Pengganti PAW