Kasus Novel Baswedan

Temui Kapolri Idham Azis, Ketua KPK Firli Bahuri Bahas Novel Baswedan hingga Rencana Masa Depan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Ketua KPK Firli Bahuri saat memberikan keterangan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/1/2020).

"Yang penting bahwa semua peristiwa ini kita tayangkan semua dan nanti akan kita ungkapkan di sidang di pengadilan," kata Argo.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan panggilan tersebut berkaitan dengan penetapan tersangka penyiraman air keras kepada Novel, yaitu RM dan RB.

"Pascapenetapan tersangka dua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan, Kepolisian Daerah Metro Jaya memanggil Novel Baswedan untuk memberikan keterangan sebagai saksi," kata Yusri Yunus, Senin (6/1/2020).

• Soal Penyerangan Novel Baswedan, Reza Indragiri Sebut Hal Ini Dapat Sebabkan Gesekan KPK dan Polri

• Bahas Motif Penyerang Novel Baswedan, Ahli Psikologi Forensik Soroti Sejarah Kelam KPK vs Polri

Olah TKP dan Pemanggilan Saksi

Dikutip dari Kompas.com, polisi menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak tujuh kali.

Menurut keterangan polisi, telah dilakukan pemeriksaan 73 saksi untuk dimintai keterangan.

Sejauh ini polisi belum dapat mengungkapkan motif kedua tersangka, selain pengakuan tersangka yang menyebutkan dendam pribadi.

Argo mengatakan saat ini prioritas utama adalah mencari alat bukti untuk menguatkan penyidikan.

"Seandainya nanti misalnya ditemukan ada bukti lain, kalau ada orang lain yang terlibat, ya, kenapa tidak, kita proses. Yang penting ada alat bukti yang ada," kata Argo.

Sebelumnya polisi menetapkan dua tersangka terhadap kasus penyerangan Novel.

Kedua tersangka berinisial RM dan RB tersebut bertatus Polri aktif.

Mereka ditangkap pada 26 Desember 2019 lalu.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah 2,5 tahun sejak kasus itu terjadi.

• Pakar Ekspresi Soroti Isi Kepala Tersangka yang Teriak Novel Pengkhianat: Pribadi atau Institusi?

(TribunWow.com/Anung Malik/Brigitta Winasis)