Revisi UU KPK

Polisi Polsek Setiabudi Minta Penutup Logo KPK Dibuka, Pegawai KPK: Ini Ditutup Bareng sama Pak Saut

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seorang polisi dari Polsek Metro Setiabudi bernama Bambang H meminta pegawai KPK untuk membuka kain hitam penutup logo KPK, Jumat (13/9/2019).

Tak hanya melempar batu, massa juga melemparkan botol air mineral.

Para jurnalis dan pegawai KPK pun masuk ke Gedung KPK untuk menghindari kericuhan tersebut.

Namun aksi ricuh itu mulai reda menjelang petang, suasana di depan Gedung KPK pun kembali kondusif.

Meski suasana sudah kondusif pada pukul 16.40 WIB, namun polisi belum menangkap pelaku kerusuhan di Gedung KPK itu.

"Situasi saat ini mulai kondusif," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Bastoni Purnama.

Bastoni menyebut massa yang terlibat aksi unjuk rasa berujung ricuh itu berasal dari tiga kelompok yang mendukung revisi UU KPK.

Kelompok tersebut juga mendukung hasil pemilihan lima calon pimpinan KPK selanjutnya di Komisi III DPR.

Bastoni menyebut pihaknya belum menangkap orang yang terlibat kerusuhan.

"Kami belum mengamankan siapapun," kata Bastoni.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti.

"Tapi kami akan melakukan penyelidikan untuk dan mengumpulkan barang bukti seperti barang barang yang dibakar dan dirusak," imbuhnya.

 (TribunWow.com/Ifa Nabila)