Breaking News:

Terkini Nasional

Potensi Perpecahan PDIP jika Megawati Tak Lagi Jabat Ketua Umum, Jadi Tantangan Cari Penggantinya

Ketua Umum PDIP Megawati dianggap sebagai sosok pemersatu kader dan sulit untuk mencari penggantinya.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
FOTO ARSIP - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidatonya dalam pengumuman calon kepala daerah PDIP gelombang kedua, di Kantor DPP Partai, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (22/8/2024). Terbaru, Ketua Umum PDIP Megawati dianggap sebagai sosok pemersatu kader dan sulit untuk mencari penggantinya. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum PDIP Megawati dianggap sebagai sosok pemersatu kader dan sulit untuk mencari penggantinya.

Hal itu dikatakan oleh Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli, Senin (19/5/2025).

Lili megnatakan posisi Megawati akan sulit tergantikan dari ketua umum.

Baca juga: Sentil Kebijakan Kontroversial Dedi Mulyadi, PDIP Jabar: Mungkin Pak Dedi Mau Ini Jadi Kerajaan

“Memang tidak mudah bagi PDI-P untuk mencari pengganti Ibu Megawati. Karena bila tidak Ibu Megawati lagi sebagai ketumnya, bisa jadi faksionalisme akan semakin menguat yang mengarah pada konflik dan perpecahan,” ujar Lili.

Lili berpandangan bahwa loyalitas kader terhadap Megawati masih akan terjaga, terlebih jika tidak ada intervensi pihak luar menjelang kongres PDIP yang akan digelar tahun ini. 

Sebab, para kader PDIP selama ini dikenal solid dan tegak lurus terhadap Megawati, karena melihatnya sebagai tokoh perjuangan dan simbol pemersatu partai.

“Saya kira mereka akan tetap loyal manakala tidak ada intervensi dari luar yang berusaha ‘mengobok-obok’ PDIP,” kata Lili. 

“Seperti diketahui, para kader PDIP selalu utuh dan kuat. Ibu Megawati dianggap sebagai figur perjuangan dan pemersatu PDIP,” sambungnya. 

Baca juga: Sindir Balik PDIP, Dedi Mulyadi: Ngaku Berpihak pada Rakyat, Giliran Anggaran buat Rakyat Tak Terima

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumpulkan para kepala daerah dari partainya dalam sebuah pengarahan tertutup di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

Agenda pengarahan dan pembekalan bagi kepala daerah dari PDIP se-Indonesia itu berlangsung selama 3 hari sejak Jumat (16/5/2025) hingga Minggu (18/5/2025). 

Megawati pun hadir didampingi sejumlah elite partai, antara lain Prananda Prabowo, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Komarudin Watubun, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan Djarot Saiful Hidayat. 

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie, yang memang dikenal dekat dengan Megawati dan PDIP, juga terlihat hadir di lokasi.

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menjelaskan, pengarahan Megawati menekankan pentingnya menjaga ideologi dan cita-cita partai. 

Selain itu, para kepala daerah juga diminta menjalankan fungsi kepartaian dan merealisasikan janji-janji kampanye yang telah mereka sampaikan kepada masyarakat. 

Sementara itu, Lili menilai sulit untuk tidak mengaitkan kegiatan tersebut dengan upaya konsolidasi internal menjelang Kongres. 

“Apakah ada kaitannya dengan kongres? Saya kira iya, meski mungkin tidak disampaikan secara eksplisit. Dengan mengumpulkan para kepala daerah itu juga sekaligus untuk uji loyalitas mereka pada PDI-P dan Ibu Megawati,” ujar Lili. 

Menurut Lili, langkah ini penting untuk mencegah adanya kepala daerah yang tidak loyal setelah berhasil meraih kekuasaan melalui PDIP

Dia juga berpandangan bahwa pengarahan ini bisa menjadi upaya Megawati memastikan soliditas partai, jika dirinya kembali dipilih sebagai ketua umum. 

“Ini karena, kadang para kepala daerah menjadikan partai hanya sebagai ‘kendaraan politik’ saja untuk meraih posisi kekuasaan. Setelah tercapai bisa jadi kemudian kurang peduli pada partai yang mengusungnya,” pungkas Lili. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PDI-P Dinilai Sulit Cari Pengganti Megawati, Peneliti BRIN Singgung Potensi Perpecahan."

Sumber: Kompas.com
Tags:
PDIPMegawatiKetua UmumConnie Bakrie
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved