Terikini Nasional
Detik-Detik Menteri PKP Maruarar Sirait Gebrak Meja saat Rapat: Emosi Birokrasi Lelet
Menteri PKP, Maruarar Sirait menggebrak meja dalam rapat kementerian PKP pada Selasa(29/10). Ia merasa marah lantaran birokrasinya dinilai lelet.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait terlihat kesal dan beberapa kali menggebrak meja lantaran sistem birokrasi di kementriannya dianggap buruk dan lelet.
Momen itu terjadi di saat Maruarar Sirait menggelar rapat bersama jajaran kementriannya pada Selasa (29/10/2024).
Rapat tersebut menjadi sorotan dan viral di publik lantaran video Sang Menteri, Maruarar Sirait yang terlihat beberapa kali menggebrak meja saat rapat berlangsung.
Baca juga: Dilatih Kedisiplinan di Akmil Magelang, Menteri hingga Wamen Makan Harus Serentak Ikuti Lonceng
Maruarar tampak beberapa kali menggebrak meja karena frustrasi dengan birokrasi di kementeriannya yang dianggap lambat.
Ia merasa kesal karena surat yang diperuntukkan untuk Jaksa Agung tidak segera dikirim.
Surat yang dimaksud adalah surat penting mengenai tanah dan lahan sitaan milik koruptor.
Maruarar menyebutkan bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku belum menerima surat tersebut saat mereka bertemu di Magelang, Jawa Tengah.
"Pak Jaksa Agung sama saya ngomong dia sudah cek tapi dia belum terima. Waktu saya ketemu dia di Magelang. Makanya saya minta semua kirim surat ke saya, ada tanda terima dan NIM-nya," Kata Maruarar Sirait dalam rapat Kementerian PKP, pada Selasa (29/10/2024), dikutip dari YouTube KompasTV.
Terlampau begitu marah dan kesal, Marurar terlihat sempat beberapa kali menggebrak meja.
"Ngeri pak. Gini loh ya saya itu nggak keberatan ngeluarin duit pribadi untuk kepentingan bagaimana organisasi ini baik. Kalau bapak nggak bisa siapin sekretaris, ya udah dari sini saya biayain," katanya.
Ia mengaku malu akan kinerja dalam kementriannya yang dinilai mengecewakan.
Maruarar sampai mengatakan bahwa ia siap untuk membiayai dana peralatan atau fasilitas yang dibutuhkan dengan memakai uang pribadinya sendiri bila dirasa dana anggaran kurang cukup.
"Kalau bapak ada kekurangan peralatan atau apa biar saya beli pakai uang pribadi saya nggak apa-apa. Negara ini sudah terlalu baik buat saya. Kalau kita hambatannya, kendalanya, fasilitas, nggak ada duit, pakai duit saya. Kan saya nggak korupsi," tegasnya.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Ni Putu Marcilla)
Baca berita menarik lainnya di Google News.
Sumber: TribunWow.com
Link Download Kalender 2025 PDF, Dilengkapi Daftar Tanggal Merah Hari Libur Nasional & Cuti Bersama |
![]() |
---|
Detik-Detik Menteri PKP Maruarar Sirait Gebrak Meja saat Rapat: Emosi Birokrasi Lelet |
![]() |
---|
Din Syamsuddin Dituding Radikal, Ketua PP Muhammadiyah Beri Pembelaan dan Sebut Bukan Tokoh Oposisi |
![]() |
---|
Polisi Peringatkan FPI Model Baru jika Tak Ingin Kembali Dibubarkan: Ada Kewenangan dari Pemerintah |
![]() |
---|
Sengketa Lahan Ponpes FPI, Habib Rizieq Shihab: Silakan Ganti Rugi untuk Membangun di Tempat Lain |
![]() |
---|