Breaking News:

Terkini Nasional

Melihat Penanganan Judi Online di Indonesia: Tak Juga Terselesaikan, Korban Justru 'Diberi' Bansos

Masalah judi online sesungguhnya bukan barang baru di Indonesia. Begini penanganan masalah judi online di Indonesia.

Twitter @PartaiSocmed
Ilustrasi judi online. Masalah judi online sesungguhnya bukan barang baru di Indonesia. Begini penanganan masalah judi online di Indonesia. 

TRIBUNWOW.COM - Ironi penanganan masalah judi online di Indonesia, padahal bukan barang baru hingga tak juga diselesaikan.

Dikutip dari Kompas.com, Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) sebelumnya pernah merilis data yang membuat kegemparan pada akhir 2022.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan, terjadi peningkatan jumlah transaksi pada rekening pelaku judi online yang signifikan pada tahun 2022, yakni menjadi Rp 81 triliun dari Rp 57 triliun pada 2021.

“Terjadi peningkatan yang signifikan di tahun 2022 menjadi Rp 81 triliun, ini periode Januari sampai November 2022 saja,” kata Ivan sebagaimana diberitakan Kompas.com pada 28 Desember 2022.

Baca juga: Kisah Warga Batam Jadi Admin Judi Online di Filipina: Sakit Dipaksa Masuk, Kerja Jam 9 Pagi-Subuh

Kemudian, pada Agustus 2023, Ivan kembali mengungkapkan bahwa transaksi atau aktivitas aliran dana terkait judi online secara keseluruhan sudah mencapai Rp 200 triliun.

Hingga pada April 2024, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto mengungkap data yang seakan mengatakan bahwa tidak ada perbaikan dari penanganan masalah judi online di Tanah Air.

Hadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @hadi.tjahyanto pada 23 April 2024, menyebut bahwa nilai transaksi judi online tembus Rp 100 triliun hanya pada kuartal I tahun 2024

Dia juga menerangkan bahwa nilai transaksi judi online pada tahun 2023 tembus Rp 327 triliun.

Jumlah ini merupakan himpunan dari total 168 juta transaksi.

"Tercatat bahwa perputaran yang di tahun 2023 itu mencapai Rp 327 triliun, agregat, keluar masuk, dan triwulan pertama 2024 ini, tercatat Rp 100 triliun, luar biasa, ini juga agregat ya," kata Hadi dikutip dari akun Instagram pribadinya.

Semakin tingginya aktivitas aliran uang terkait judi online berbanding lurus dengan banyaknya kasus dan semakin beragamnya profesi masyarakat yang terpapar judi oniine.

Baca juga: Pemberian Bansos untuk Korban Judi Online Tuai Polemik, Dinilai Tidak Tepat dan Tak Solutif

Polisi, TNI hingga ASN Terjerat

Polwan di Mojokerto bakar suaminya sendiri sesama polisi karena terpicu judi online, terungkap mengapa korban tak bisa menghindar dari sang istri. Sosok Briptu Rian Dwi Wicaksono yang tewas dibakar istrinya, Polwan Briptu FN. Almarhum di mata rekan sejawat dikenal pendiam dan baik.
Polwan di Mojokerto bakar suaminya sendiri sesama polisi karena terpicu judi online, terungkap mengapa korban tak bisa menghindar dari sang istri. Sosok Briptu Rian Dwi Wicaksono yang tewas dibakar istrinya, Polwan Briptu FN. Almarhum di mata rekan sejawat dikenal pendiam dan baik. (TribunJatim.com)

Bukan hanya dari kalangan masyarakat sipil biasa, aparat penegak hukum tak luput dari jeratan judi online.

Bahkan, sampai harus meregang nyawa.

Masih nyata dalam ingatan soal berita seorang Polisi wanita (Polwan) berinisial FN (28) di Mojokerto, Jawa Timur pada 8 Juni 2024, membakar suaminya yang juga anggota Kepolisian Briptu RDW (28).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
Judi onlineTNIPolisiMuhadjir EffendyPPATKHadi Tjahjanto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved