Terkini Daerah
5 Fakta Ledakan Gudang Amunisi di Gunung Putri Bogor, Penyebab hingga Rudal Terlempar ke Rumah Warga
Sejumlah video pun viral di media sosial memperlihatkan detik-detik ledakan gudang amunisi hingga warga sekitar yang berhamburan keluar rumah.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Terjadi ledakan di gudang amunisi atau gudang peluru daerah Kodam Jayakarta, milik Angkatan Darat berlokasi di Kampung Parung Pinang RT 01, RW 11 Dusun 06, Desa Ciangsana, perbatasan Kabupaten Bekasi dan Bogor.
Dikutip dari Tribun Jabar, ledakan terjadi sekira pukul 18.30 WIB, Sabtu (30/3/2024).
Sejumlah video pun viral di media sosial memperlihatkan detik-detik ledakan gudang amunisi hingga warga sekitar yang berhamburan keluar rumah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ledakan Terjadi di Gudang Peluru Yon Armed Bogor, Granat Ditemukan di Halaman Warga
Berikut ini 5 fakta ledakan gudang amunisi di Gunung Putri, Bogor.
1. Terjadi Ledakan Berkali-kali
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan mengatakan, kebakaran di gudang amunisi itu terjadi sekira pukul 18.05 WIB.
Setelah kurang lebih 3,5 jam, hingga pukul 21.41 WIB, suara ledakan kecil masih terjadi.
Pemadam kebakaran (damkar) menggunakan bantuan tenaga robot pada proses pemadaman api di titik ledakan gudang peluru Bekasi, Sabtu (30/3/2024) malam.
Unit robotik tersebut bisa dioperasikan jarak jauh hingga 500 meter oleh operator.
Robot tersebut dilengkapi dengan kamera canggih yang bisa membaca titik api.
Baca juga: Viral Pasutri Jadi Korban Salah Tangkap: Polres Bogor Minta Maaf, Subur Beber Perlakuan Kasar Polisi
2. Penyebab Ledakan
Mohamad Hasan, menjelaskan penyebab kebakaran di gudang amunisi TNI di Kampung Parung Pinang, Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor.
Dia mengatakan, kebakaran itu disebabkan amunisi yang sudah kedaluwarsa.
Hasan menjelaskan, gudang tersebut adalah tempat penyimpanan amunisi kedaluwarsa yang hendak dimusnahkan.
Namun karena belum dimusnahkan, bahan mudah meledak itu menjadi labil.
“Sehingga ini kemungkinan karena bahan peledak kan bahan kimia yang sangat labil dan kami tidak pakai lagi,” ujar Hasan di lokasi, Sabtu (30/3/2024).
3. Tak Segera Ditangani
Hasan mengatakan ada 160.000 jenis amunisi kadaluarsa yang meledak tersebut.
Sumber: TribunWow.com
Ajak Masyarakat Desa di Klaten Sadar Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Buat Plangkat & Pojok Tanam |
![]() |
---|
Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan Warga, Mahasiswa KKN 68 UNISRI Gelar HUT ke-80 RI di Desa Manjung |
![]() |
---|
Mahasiswa KKN 68 UNISRI Tata Kelola Perpustakaan SD 2 Manjung demi Tingkatkan Minat Baca Siswa |
![]() |
---|
Tingkatkan Rasa Percaya Diri, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Public Speaking untuk Siswa SD |
![]() |
---|
Modal HP Pribadi, Mahasiswa KKN Unisri Bantu Promosikan Wisata di Desa Manjung |
![]() |
---|