Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Misteri Uang Rp 30 Juta Kasus Subang, Pengacara Danu Yakin Yosef Incar Harta, Soroti Kondisi Ekonomi

Uang Rp 30 juta disebut-sebut menjadi motif utama dalam pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

YouTube Anjas Asmara
Yosef (kiri) dan Ramdanu (kanan) mengenakan baju tahanan di Polda Jabar. Mereka menjadi 2 dari 5 tersangka pembunuhan Subang dengan korban Tuti dan Amalia, Rabu 18 Oktober 2023. 

TRIBUNWOW.COM - Misteri uang Rp 30 juta dalam kasus pembunuhan di Subang, Jawa Barat, benarkah menjadi motif utama dalam pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu 18 Agustus 2021 silam?

Diketahui, polisi telah mengungkap motif kasus pembunuhan Subang yakni gara-gara uang.

Polda Jabar juga telah menetapkan lima orang tersangka kasus Subang masing-masing Yosef Hidayah atau YH, M. Ramdanu alias Danu, Mimin, Arighi dan Abi.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Motif Pembunuhan Tuti dan Amel di Subang, Yosef dkk Kini Terancam Hukuman Mati

Dilansir Tribun Jabar, Arighi Reksa Pratama mengklaim bahwa tidak membutuhkan uang Rp 30 juta dalam kasus Subang.

Uang Rp 30 juta ini disebut-sebut menjadi motif utama dalam pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan menerangkan saat 17 Agustus 2021, Yosef Hidayah terlibat cekcok dengan Tuti di ruang tengah rumahnya, Dusun Ciseuti, Jalancagak, Kabupaten Subang.

"YH akan ke kamar untuk mengambil uang namun Tuti menghalangi sehingga terjadi pertengkaran hingga terjadi pembacokan dan pemukalan stik golf," jelas Surawan.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidikan menemukan uang Rp 30 juta di kamar Amel.

Uang Rp 30 juta itu kini menjadi barang bukti.

"Rp 30 juta ditemukan setelah olah TKP di kamar Amel, sekarang menjadi barang bukti," katanya.

Namun begitu penyidik kasus Subang tak bisa mengasumsikan berapa nominal uang yang diambil Yosef.

"Kita gak bisa mengasumsikan berapa uang yang diambil, yang jelas YH akan ke kamar mengambil uang sendiri," kata Surawan.

Penyidik meyimpulkan bahwa motif Yosef dalam pembunuhan ibu dan anak di Subang ini didasari masalah uang.

"Melihat rekontruksi ketika YH denga MR ketemu di pecel lele terjadi pembicaraan, YH sakit hati kalau minta uang hanya diberi sedikit sehingga minta bantuan Danu memberi pelajaran pada korban," kata Kombes Surawan.

Baca juga: Senyum Yosef saat Dihadirkan di Konpers Pembunuhan Subang, Fakta Baru Diungkap Termasuk Motifnya

Sementara itu Arighi Reksa Pratama mengklaim bahwa telah memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga Mimin.

Arighi mencukupi kebutuhan rumah Mimin dari hasil bekerja di konter handphone.

"Satu jutaan setiap hari (omzet konter HP). Itu stok uang. Sudah mau 5 tahun. Sedikit-sedikit lah. dicukup-cukupin aja. normal," kata Arighi di Youtube Luruskan.

Bahkan ia juga mengklaim bisa membeli motor dari hasil bekerja.

"Setelah kerja 6 bulan baru ambil motor. (gaji) Alhamdulillah," katanya.

Tersangka kasus Subang ini mengaku membantu semua kebutuhan ekonomi Mimin Mintarsih.

"Semuanya. Hampir semuanya. Dominan dari Arighi," katanya.

Bahkan Yosef pun kata Arighi sering minta padanya.

"Paling minta kuota," kata Arighi kakak Abi Aulia.

Para tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Mimin Mintarsih bersama kedua anaknya saat ditemui di rumahnya, Kamis (19/10/2023)
Para tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Mimin Mintarsih bersama kedua anaknya saat ditemui di rumahnya, Kamis (19/10/2023) (Tribun Jabar/Ahya Nurdin)

Kata Kuasa Hukum Danu

Soal klaim ini pengacara Danu, Achmad Taufan Soedirjo semakin meyakini bahwa motif pembunuhan Tuti dan Amel memang didasari masalah uang.

"Perlu dipertanyakan dan malah menguatkan bahwa motif pembunuhan ini adalah soal harta. Saat korban masih hidup yang menguasai yayasan adalah korban dan keluarganya. Sedangkan Yosef dijatah dan pastinya saat itu perekonomian Mimin Cs sudah sulit sejak tidak menguasai yayasan lagi," kata Taufan kepada TribunnewsBogor.com Sabtu (9/12/2023).

Ketika Yosef sudah ditangkap, Achmad Taufan curiga tentang kondisi ekonomi Mimin Mintarsih dan keluarga.

"Saya curiga pernyataan soal ekonomi Mimin sulit saat Yosef sudah ditangkap, apakah artinya sejak kejadian pembunuhan ekonomi Yosef kembali bagus sampai akhirnya Yosef ditetapkan tersangka dan dana yayasan di blokir semua oleh penyidik ?" katanya.

Baca juga: Danu Jadi Justice Collaborator Kasus Subang, Ini Kata LPSK hingga Harapan sang Pengacara

Pasalnya kata Taufan, Yosef beberapa kali mencairkan dana BOS dari Yayasan Bina Prestasi Nasional.

"Saya juga mendengar bahwa sejak kejadian pembunuhan tersangka Yosef beberapa kali mencairkan dana BOS yang digunakan untuk kepentingan pribadi seperti membayar pengacara dan lain-lain. Untuk itu pernyataan Mimin soal ekonomi sulit ini malahan membuat kami yakin bahwa motif dari pembunuhan ini adalah terkait harta yang didapat dari Yayasan," katanya.

Achmad Taufan juga curiga sebenarnya uang Rp 30 juta merupakan bagian dari skenario Yosef dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Duit Rp 30 juta itu barang bukti, soal gak diambil pada saat kejadian itu kami menaruh curiga ini bagian dari perencanaan para pelaku agar mengaburkan dan menyulitkan kepolisian dalam pendalaman dan pencarian motif," katanya.

Ia juga menjelaskan, uang Rp 30 juta memang tidak diambil Yosef setelah pembunuhan Tuti dan Amel.

Uang tersebut kemudian disita penyidik, kemudian dikembalikan pada Yosef.

"Yang saya tau pada saat kejadian Rp 30 juta tidak diambil, saat sudah jadi barang bukti di Polres Subang atau polsek waktu itu duit Rp 30 juta diserahkan ke Yosef, saat ini duit Rp 30 juta sudah diserahkan kembali ke Penyidik Polda Jabar, nominalnya tepat Rp 30 juta hanya sudah bukan duit saat kejadian, pastinya no serinya sdh beda...itu seingat saya," kata Achmad Taufan pengacara Danu. (*)

Baca berita lainnya

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Polemik Uang Rp 30 Juta Kasus Subang, Danu yakin Yosef Incar Harta, Arighi dan Mimin Masih Mengelak

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
SubangPembunuhanAmalia Mustika RatuTuti SuhartiniYosefDanuMimin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved