Perang Israel Vs Hamas
Beda Israel dan Hamas yang Kembalikan Sandera ke Tempat Asal: Lambaikan Tangan ke Pejuang Palestina
Di hari kedua gencatan senjata, Israel mengembalikan tahanan Palestina di tahap kedua, terungkap pengakuan tahanan yang disiksa.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata selama 4 hari terhitung mulai Jumat 24 November 2023 waktu setempat.
Selain itu, Israel dan Hamas juga akan membebaskan para sandera secara bertahap untuk dikembalikan ke tempat asal mereka.
Dikutip dari Middle East Eye, sejumlah sandera terpantau sudah dikembalikan ke pihak asal mereka.
Baca juga: BREAKING NEWS: Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Hamas 4 Hari, Para Tahanan Dibebaskan Bertahap
Di hari kedua gencatan senjata, Israel mengembalikan tahanan Palestina di tahap kedua.
Mereka terdiri dari 6 wanita dan 33 anak-anak dan remaja yang dilepas di Tepi Barat, Palestina yang diduduki Israel.
Para tahanan yang dibebaskan terlihat memeluk keluarga yang sudah menunggu.
Selain itu, para sandera juga diarak di jalanan sebagai bentuk rasa terima kasih.
Baca juga: Israel Ogah Stop Serang Gaza, Tak Peduli Warganya yang Disandera Hamas Turut Jadi Korban
Dalam kesempatan itu, para remaja yang pernah jadi tahanan bercerita soal pahitnya pengalaman mereka.
Selama jadi sandera, para tahanan mendapatkan pukulan dan perlakuan kasar oleh militer Israel.
Seorang wanita Palestina Israa Jaabis mengatakan detik-detik dirinya jadi sandera.
Saat itu militer Israel menyerbu rumahnya dan membubarkan awak media di sana.
"Kita harus berupaya membebaskan semua tahanan dari penjara pendudukan," kata Israa Jaabis.
Baca juga: AS Minta Israel Waspada saat Serangan, Bedakan antara Warga Sipil dan Hamas setelah Korban Meningkat

Saat kembali ke rumah, para sandera pun juga tidak bisa lagi menempatinya lantaran bangunan yang sudah habis dibom oleh Israel.
Hal berbeda terjadi pada sandera Israel yang dibawa oleh Hamas.
Diketahui, pada gelombang kedua pembebasan sandera, Hamas menyerahkan sebanyak 4 orang warga Thailand dan 13 warga Israel.