Breaking News:

Perang Israel Vs Hamas

AS Minta Israel Waspada saat Serangan, Bedakan antara Warga Sipil dan Hamas setelah Korban Meningkat

Joe Biden meminta pasukan Israel untuk menghindari serangan yang membuat lebih banyak korban sipil di Gaza.

AP/ Oren Ziv
Tentara Israel mengambil posisi di dekat perbatasan Gaza Israel, Israel selatan, Senin, 9 Oktober 2023. Penguasa militan Hamas di Jalur Gaza melakukan serangan multi-front yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel saat fajar hari Sabtu, menembakkan ribuan roket sebagai lusinan pejuang Hamas menyusup ke perbatasan yang dijaga ketat di beberapa lokasi, menewaskan ratusan orang dan menawan. Pejabat kesehatan Palestina melaporkan sejumlah kematian akibat serangan udara Israel di Gaza. 

TRIBUNWOW.COM - Israel diminta harus melindungi warga Gaza yang tak bersalah dalam konflik dengan Hamas.

Dikutip dari Arab News, hal itu dikatakan oleh pihak Gedung Putih, Amerika Serikat, Senin 30 Oktober 2023.

Awalnya, Presiden AS Joe Biden menjanjikan peningkatan bantuan yang signifikan ke wilayah Palestina.

Baca juga: Akses Internet dan Telepon di Gaza Terputus Total, Buka Ancaman jika Kekejaman Israel Tak Terendus

Namun, Joe Biden meminta pasukan Israel untuk menghindari serangan yang membuat lebih banyak korban sipil di Gaza.

Disebutkan, lebih dari 8.000 warga sipil, setengah di antaranya adalah anak-anak telah jadi korban meninggal atas serangan Israel.

Jumlah itu didapatkan dalam kurun waktu 3 minggu terakhir sejak serangan pada Sabtu 7 Oktober 2023.

Joe Biden telah berkomitmen untuk perlindungan nyawa warga sipil dalam sebuah perjanjian dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.

Baca juga: Detik-detik Tentara Inggris-Israel Terbunuh setelah Melempar Granat Aktif dari Hamas Sebanyak 8 Kali

“Berkomitmen untuk mempercepat dan meningkatkan bantuan yang mengalir ke Gaza secara signifikan mulai hari ini dan seterusnya,” kata pernyataan Gedung Putih.

Seruan tersebut muncul ketika pemerintahan Biden menekankan perlunya melindungi kehidupan warga sipil di tengah konflik yang sedang berlangsung.

“IDF (Pasukan Israel), pemerintah Israel, harus mengambil segala cara yang tersedia bagi mereka untuk membedakan antara Hamas yang merupakan target militer yang sah dan warga sipil,” kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan.

Sementara itu, hal serupa juga sudah dikatakan Joe Biden pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam panggilan telepon.

Baca juga: Melihat Daftar Sisa Sandera Hamas setelah 2 Warga Israel dan 2 Warga Amerika Telah Dibebaskan

Anak-anak di Palestina yang mengungsi karena serangan Israel, Senin 16 Oktober 2023
Anak-anak di Palestina yang mengungsi karena serangan Israel, Senin 16 Oktober 2023 (Situs UNICEF)

Ia meminta agar aliran bantuan untuk warga Palestina bisa dipercepat agar memenuhi kebutuhan sipil.

“Presiden menegaskan kembali bahwa Israel mempunyai hak dan tanggung jawab untuk membela warganya dan menggarisbawahi perlunya melakukan hal tersebut dengan cara yang konsisten dengan hukum kemanusiaan internasional yang memprioritaskan perlindungan warga sipil,” kata pernyataan tersebut.

Saat ini diketahui, masih banyak warga Amerika yang berada di Jalur Gaza dan warga asing lainnya.

Namun, mereka tak diizinkan pergi karena situasi yang tak memungkinkan. (TribunWoW.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Perang Israel Vs HamasPalestinaIsraelHamasJalur Gaza
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved