Breaking News:

Terkini Nasional

Presiden Jokowi Batuk-batuk 4 Minggu Terakhir karena Udara Buruk di Jakarta, Ini Kata Dokter

Polusi udara yang parah di kawasan DKI Jakarta juga dirasakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Lailatun Niqmah
BIRO PERS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo. Polusi udara yang parah di kawasan DKI Jakarta juga dirasakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), sang presiden kini batuk-batuk 4 minggu terakhir. 

Jokowi meminta jajarannya segera melakukan intervensi terhadap masalah buruknya kualitas udara di DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Yang pertama jangka pendek. Dalam jangka pendek secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik," kata Jokowi.

Intervensi tersebut diantaranya dengan melakukan rekayasa cuaca untuk memancing hujan di Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu  mempercepat penerapan batas emisi di Jabodetabek.

"Kemudian memperbanyak ruang terbuka hijau dan tentu saja ini memerlukan anggaran, siapkan anggaran," katanya.

Bila diperlukan kata Presiden perkantoran di Jakarta didorong menerapkan hybrid  hybrid working. Untuk teknisnya nanti dapat disepakati dalam rapat.

"Work from office, work from home mungkin saya gak tau nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini apakah 7-5, 2-5 atau angka yang lain," katanya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Selasa 15 Agustus 2023: Jakarta Pusat Cerah, Gorontalo Cerah Berawan

Sebelumnya Presiden mengatakan dalam satu pekan terakhir kualitas udara di Jabodetabek sangat buruk.

"Pagi ini kita rapat terkait kualitas udara di Jabodetabek yang selama satu pekan terakhir kulitas udara di Jabodetabek sangat sangat buruk," kata Jokowi.

Dua hari lalu kata Presiden kualitas udara di DKI masuk ke dalam kategori tidak sehat. PM 2,5 yang ada di Jakarta mencapai 154. Angka tersebut sangat tinggi dibandingkan kota lainnya di dunia.

Semakin tinggi angka PM 2,5 maka semakin buruk kualitas udara di wilayah tersebut.

"Tanggal 12 Agustus 2023 yang kemarin kualitas udara di DKI Jakarta di angka 156 dengan keterangan tidak sehat," katanya.

Jokowi mengatakan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya buruk.

Diantaranya yakni kemarau panjang yang Peningkatan meningkatnya konsentrasi polutan.

"Kemarau panjang selama 3 bulan terakhir yang menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan tinggi serta pembuangan emisi dari transportasi dan juga aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Batuk-batuk 4 Minggu Terakhir, Kata Dokter Mungkin Ini Penyebabnya

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved