Berita Viral
Perubahan Sikap Pelaku Mutilasi di Sleman dalam 2 Tahun, dari Pribadi yang Baik Jadi Pembunuh Sadis
Terungkap adanya perubahan sikap Heru Prastiyo (23), pelaku mutilasi Ai (35) di Sleman dalam dua tahun terakhir.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Setelah itu berusaha menghilangkan jejak dengan memutilasi jasadnya.
“Bagi dia, nilai Rp 8 juta itu susah untuk dicari dan lebih besar risiko diancam oleh debt collector daripada risiko membunuh. Maka, dia merancang untuk membunuh dan menguasai hartanya."
Baca juga: Terungkap Hubungan Pelaku dan Korban Mutilasi di Sleman, Bukan Kekasih namun Sudah Kerap Bercinta
Curhatan Pelaku Lewat Surat
Terungkap isi surat yang ditulis Heru Prasetiyo (23), pelaku mutilasi wanita berinisial AI (35) yang ditemukan tewas di kamar mandi penginapan kawasan Sleman, Yogyakarta, Sabtu (18/3/2023).
Dilansir TribunWow.com, tulisan tersebut ditemukan pihak kepolisian di kamar kos yang sehari-hari ditinggali pelaku selama bekerja di Sleman.
Dalam suratnya, Heru mengungkapkan keputusasaan hingga penyesalan atas kesalahan yang diperbuat.
Baca juga: Aksi Mengejutkan Pelaku Mutilasi di Sleman Diungkap Tim Forensik, Pelan-pelan Potong Tubuh Korban
Diketahui, Heru dibekuk di rumah keluarganya, kawasan Temanggung, Jawa Tengah, pada Selasa (21/3/2023).
Ia pun ditetapkan sebagai tersangka berdasar keterangan saksi dan sejumlah bukti yang dihimpun polisi.
Satu bukti yang ditemukan berupa surat berisi tulisan pelaku yang ditinggalkan di kamarnya dan ditemukan sehari sebelum penangkapan.
Kepada polisi, Heru lantas mengakui pembunuhan tersebut dilakukannya lantaran motif ekonomi yakni akibat memiliki utang pinjaman online (pinjol) sebesar Rp 8 juta.
Ia pun sempat menyinggung masalah tersebut dalam surat yang ditulisnya.
Baca juga: Viral Motif Pelaku Mutilasi Wanita di Penginapan Sleman, Sempat akan Buang Bagian Tubuh ke Toilet
Dikutip TribunWow.com dari TribunJogja.com, berikut isi lengkap pernyataan pelaku yang dituangkan dalam dua carik kertas putih.
"Siapa pun yang baca pesan ini tolong maafkan aku yang sering buat kalian jengkel.
Saya pergi dari sini.
Kita bisa ketemu lagi di penjara atau di AKHIRAT.