Berita Viral
Setelah Viral Maki Polisi, Kubu Debt Colletor Berencana Buat Laporan Balik, Kapolda: Ditolak!
Kapolda Metro Jaya menegaskan akan menolak laporan pihak debt collector terhadap selebgram Clara Sintha.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kapolda Metro Jaya, Irjan Fadil Imran memastikan pihaknya akan menolak laporan yang hendak dilayangkan kubu debt collector terhadap Selebgram Clara Shinta.
Dilansir TribunWow.com, Fadil mengatakan para debt collector tersebut telah meresahkan masyarakat.
Apalagi dalam video viral belum lama ini, sejumlah debt collector membentak anggota polisi yang hendak melerai percekcokan dengan Clara Shinta.
Baca juga: Ini Tampang Debt Collector Viral Bentak Polisi, Ternyata Kabur ke Ambon setelah Heboh di Medsos
"Enggak ada (pelaporan). Namanya buat kekerasan, mana ada perlindungan. Enggak akan (diterima laporannya), ditolak itu," ungkap Fadil, dikutip dari Kompas.com.
"Orang dia buat kejahatan, kok malah dilindungi gimana itu. Jangan dibolak-balik cara pikirnya."
Pernyataan itu diungkap Fadil menyusul rencana pengacara Firdaus Wiwobo selaku kuasa hukum pihak debt collector yang akan melaporkan balik Clara Shinta ke kepolisian.
Firdaus menyebut akan melaporkan Clara Shinta atas dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen lantaran mengganti pelat nomor mobilnya.
"Sehingga mengelabui para tim debt collector untuk mencari di mana keberadaan daripada mobil Alphard putih tersebut," ungkap Firdaus.

Baca juga: Viral Kasus Anak Pejabat DJP, Dirjen Pajak Yakin Lebih Banyak Pegawai yang Jujur
Belum diketahui secara pasti kapan Firdaus dan kliennya akan membuat laporan ke polisi.
Firdaus hanya menyebut permasalahan debt collector dengan anggota polisi dalam video yang viral disebabkan karena kesalahpahaman.
"Saya ingin sekalian meminta maaf kepada Binmas yang kemarin mungkin salah paham dengan tim debt collector," imbuh Firdaus.
Hingga kini Polda Metro Jaya telah menangkap tiga debt collector yang membentak dan memaki anggota polisi bernama Iptu Evin.
Kronologi Kejadian
Pemilik mobil sekaligus pengunggah video viral, Clara Shinta, membeberkan kronologi hingga anggota polisi Aiptu Evin dibentak pihak debt collector.
Dilansir TribunWow.com, Clara Shinta mengaku telah diincar oleh para penagih utang hingga akhirnya dibantu oleh pihak security apartemen dan Aiptu Evin.
Untuk menyelesaikan kasus tersebut, Clara Shinta bahkan terpaksa harus merogoh kocek hingga Rp 267 juta.
Kejadian tersebut dituturkan Clara Shinta dalam tayangan talkshow yang diunggah kanal YouTube TRANS TV Official, Selasa (21/2/2023).
Baca juga: Buat Murka Kapolda, 3 Debt Collector yang Viral Bentak Polisi Ditangkap, 1 Orang Diburu sampai Ambon
Ia mengaku membeli mobil berjenis Toyota Alphard tersebut secara kas, untuk mengantar anaknya ke sekolah.
"Waktu mengantar anak aku sekolah, oknum tersebut (debt collector-red) sudah mengikuti dari sekolah sampai ke apartemen," terang Clara Shinta.
"Setelah anak turun, terus debt collector itu ke basement, menghampiri driver aku, terus ambil kunci dan ambil mobilnya gitu."
Clara Shinta yang ketika itu sudah sampai ke apartemennya di lantai atas, dipanggil turun karena adanya keributan.
Ia lantas terkejut saat disodori surat penarikan mobil, lantaran merasa tak pernah menggadaikan kendaraannya.
Clara Shinta mengaku tak tahu menahu jika mobil tersebut sudah digadaikan, karena BPKB kendaraan dibawa oleh mantan suaminya.
Belakangan baru diketahui bahwa BPKB tersebut diserahkan ke rekan sang mantan suami untuk jaminan perjanjian bisnis.
Setelah beberapa kali berpindah tangan, BPKB kendaraan tersebut akhirnya jatuh ke kantor leasing.
"Kemarin banget aku baru serah terima BPKB-nya, aku sudah lunasi semua utang-utangnya," kata Clara Shinta.
"Kalau ditotal semua ada Rp 267 yang aku bayar."
Baca juga: Reaksi Kapolda Metro Jaya soal Viral Video Anak Buahnya Dibentak Debt Collector: Darah Saya Mendidih
Meski tahu kesalahan bukan ada di pihaknya, Clara Shinta mengaku ikhlas membayar karena ingin kembali memiliki mobilnya.
"Itu unit aku, dan yang membuat aku berat itu ada memori, karena mobil itu aku beli buat anak aku sekolah, jadi itu yang membuat aku sedih."
Adapun kejadian pembentakan terhadap Aiptu Evin terjadi saat anggota polisi tersebut berusaha memediasi Clara Shinta dengan pihak debt collector.
Pasalnya, apartemen Clara Shinta tersebut ternyata sudah dikepung oleh sekitar 30 orang anggota debt collector.
Sehingga, meski sudah berusaha dihalangi, para debt collector berhasil membawa pergi mobil milik Clara Shinta kala itu. (TribunWow.com)