Berita Viral
Setelah Viral Maki Polisi, Kubu Debt Colletor Berencana Buat Laporan Balik, Kapolda: Ditolak!
Kapolda Metro Jaya menegaskan akan menolak laporan pihak debt collector terhadap selebgram Clara Sintha.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Untuk menyelesaikan kasus tersebut, Clara Shinta bahkan terpaksa harus merogoh kocek hingga Rp 267 juta.
Kejadian tersebut dituturkan Clara Shinta dalam tayangan talkshow yang diunggah kanal YouTube TRANS TV Official, Selasa (21/2/2023).
Baca juga: Buat Murka Kapolda, 3 Debt Collector yang Viral Bentak Polisi Ditangkap, 1 Orang Diburu sampai Ambon
Ia mengaku membeli mobil berjenis Toyota Alphard tersebut secara kas, untuk mengantar anaknya ke sekolah.
"Waktu mengantar anak aku sekolah, oknum tersebut (debt collector-red) sudah mengikuti dari sekolah sampai ke apartemen," terang Clara Shinta.
"Setelah anak turun, terus debt collector itu ke basement, menghampiri driver aku, terus ambil kunci dan ambil mobilnya gitu."
Clara Shinta yang ketika itu sudah sampai ke apartemennya di lantai atas, dipanggil turun karena adanya keributan.
Ia lantas terkejut saat disodori surat penarikan mobil, lantaran merasa tak pernah menggadaikan kendaraannya.
Clara Shinta mengaku tak tahu menahu jika mobil tersebut sudah digadaikan, karena BPKB kendaraan dibawa oleh mantan suaminya.
Belakangan baru diketahui bahwa BPKB tersebut diserahkan ke rekan sang mantan suami untuk jaminan perjanjian bisnis.
Setelah beberapa kali berpindah tangan, BPKB kendaraan tersebut akhirnya jatuh ke kantor leasing.
"Kemarin banget aku baru serah terima BPKB-nya, aku sudah lunasi semua utang-utangnya," kata Clara Shinta.
"Kalau ditotal semua ada Rp 267 yang aku bayar."
Baca juga: Reaksi Kapolda Metro Jaya soal Viral Video Anak Buahnya Dibentak Debt Collector: Darah Saya Mendidih
Meski tahu kesalahan bukan ada di pihaknya, Clara Shinta mengaku ikhlas membayar karena ingin kembali memiliki mobilnya.
"Itu unit aku, dan yang membuat aku berat itu ada memori, karena mobil itu aku beli buat anak aku sekolah, jadi itu yang membuat aku sedih."
Adapun kejadian pembentakan terhadap Aiptu Evin terjadi saat anggota polisi tersebut berusaha memediasi Clara Shinta dengan pihak debt collector.
Pasalnya, apartemen Clara Shinta tersebut ternyata sudah dikepung oleh sekitar 30 orang anggota debt collector.
Sehingga, meski sudah berusaha dihalangi, para debt collector berhasil membawa pergi mobil milik Clara Shinta kala itu. (TribunWow.com)