Terkini Nasional
Terbitkan Perppu Cipta Kerja, Jokowi Singgung Masa Depan Indonesia: Dunia Tidak Baik-baik Saja
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan pemerintah menerbitkan Perppu Cipta Kerja.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, menanggapi isu reshuffle ini, Partai Keadilan Sejahtera berharap adanya alasan yang jelas terkait alasan reshuffle.
Baca juga: Isu Reshuffle Menguat, FX Rudy Dikabarkan akan Dapat Kursi Menteri, PDIP: Harus Konsultasi Megawati
Hal ini disuarakan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
"Monggo saja. Namun, reshuffle tanpa alasan yang jelas malah menimbulkan kebisingan," kata Mardani kepada wartawan, Kamis (29/12/2022).
Mardani memperingatkan bagaimana reshuffle yang tidak dasari alasan jelas akan berdampak buruk terhadap imej Jokowi.
"Ini justru buruk bagi Presiden jika reshuffle terlihat tunduk pada tekanan parpol lain," ungkapnya.
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno meyakini Anies Baswedan memiliki pengaruh besar terhadap isu reshuffle yang kemungkinan akan dilakukan oleh Jokowi.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Diprediksi Menang dari Anies dan Prabowo jika Pilpres Dilaksanakan saat Ini
"Kalau kita membaca konteks ini, memang rasa-rasanya isu reshuffle ini kan berhembus mengarah pada apa yang dilakukan oleh NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan," kata Adi dalam tayangan Program 'Kompas Petang' Kompas TV, Sabtu (24/12/2022).
Adi lalu menyoroti pernyataan elite PDIP yang ikut berkomentar soal isu reshuffle.
Adi pertama mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang menyatakan 'biru lepas dari koalisi'.
Selanjutnya Adi juga mengungkit pernyataan Ketua Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Perjuangan Djarot Saiful Hidayat.
Djarot menyebut ada dua menteri Jokowi yang kinerjanya peru dievaluasi.
Pertama adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kedua adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
Kedua menteri yang disebut Djarot berstatus sebagai kader NasDem.
"Saya yang agak prihatin ketika kita sudah di masa lalu gembar gembor kita swasembada beras, tapi ternyata kita impor beras, ketika harganya naik," ujar Djarot kepada awak media ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (23/12/2022).
"Mentan dievaluasi, Menteri kehutanan terus dievaluasi, semua menteri juga dievaluasi, supaya apa, supaya ada satu darah baru yang segar, mendukung penuh kebijakan pak Jokowi, untuk menuntaskan janji kampanye sebelumnya," katanya.
(TribunWow.com/Anung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/5ppu-nomor-2-tahun-2022-tentang-cipta-kerja.jpg)