Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Jelang Natal, Rusia Beri Hadiah ke Ukraina 74 Tembakan Rudal di Kherson, 10 Orang Dikabarkan Tewas

Rusia melakukan serangan jelang hari natal di wilayah Kherson, Ukraina, pada Sabtu (24/12/2022).

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Olga MALTSEVA/AFP
Kondisi Kherson, Ukraina saat dikuasai oleh pasukan militer Rusia. Terbaru, Rusia melakukan penembakan sebanyak 64 kali di Kherson pada Sabtu (24/12/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Sedikitnya 10 orang tewas akibat penembakan di Kherson, Ukraina oleh militer Rusia pada Sabtu pagi, (24/12/2022).

Dilansir TribunWow.com, 58 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 18 di antaranya dalam kondisi kritis.

Penyerangan tersebut dilakukan menjelang perayaan natal, di mana masyarakat Ukraina biasanya berkumpul dengan keluarga.

Baca juga: Rayakan Natal di Tengah Perang dengan Rusia, Penduduk Ukraina: Ini Tak akan Sama seperti Sebelumnya

Kabar tersebut disampaikan kepala administrasi militer regional Kherson, Yaroslav Yanushevich.

Sebelumnya, kantor kejaksaan wilayah Kherson melaporkan adanya sejumlah orang tewas akibat serangan tersebut.

"Fasilitas infrastruktur sipil rusak, termasuk bangunan tempat tinggal, gedung perkantoran, dan kendaraan," kata kantor kejaksaan dikutip bbc.com.

Menurut pihak berwenang setempat, pasar dan pusat perbelanjaan juga diserang, akibat penembakan itu, enam mobil terbakar.

Layanan Darurat Negara Ukraina meyakini bahwa kota itu dihancurkan oleh beberapa peluncur roket Grad.

Potret terabru kantor administratif di Kherson, Ukraina yang terlihat sepi tanpa adanya kegiatan, tampak bendera Rusia juga sudah tidak dipasang di puncak bangunan, Kamis (3/11/2022).
Potret terabru kantor administratif di Kherson, Ukraina yang terlihat sepi tanpa adanya kegiatan, tampak bendera Rusia juga sudah tidak dipasang di puncak bangunan, Kamis (3/11/2022). (Telegram/ SobolevskyiYurii)

Baca juga: Ukraina Klaim Ada 400 Kasus Kejahatan Perang di Kherson, Zelensky Sebut Ulah Tentara Rusia

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menerbitkan foto konsekuensi penembakan di pusat Kherson.

"Negara teroris terus membawa dunia Rusia dalam bentuk penembakan terhadap penduduk sipil. Kherson. Pada Sabtu pagi, pada Malam Natal, di bagian tengah kota. Ini bukan fasilitas militer, ini bukan perang oleh aturan. Ini adalah teror, ini adalah pembunuhan demi intimidasi dan kesenangan, " tulis Zelensky.

Pihak berwenang Rusia tidak mengomentari insiden tersebut.

Kepala pemerintahan daerah Kherson, Yaroslav Yanushevich, mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pasukan Rusia menembaki wilayah Kherson sebanyak 74 kali.

Sementara itu, di bagian timur, di wilayah Donbas, dan di selatan, para prajurit duduk bersama kawan, bukan keluarga, untuk makan bubur Natal tradisional dari biji opium, gandum dan kismis yang disebut kutya.

Adapun pertempuran sengit masih berkecamuk dan Rusia terus menembaki pusat-pusat sipil, termasuk kota selatan Kherson di mana 10 orang tewas pada Malam Natal.

Dalam pidato video kepada bangsa pada Sabtu malam, presiden Ukraina, Volodmyr Zelensky, menyemangati warganya agar dapat bertahan di musim dingin.

"Kami akan merayakan liburan kami. Seperti biasanya. Kami akan tersenyum dan bahagia. Seperti biasanya. Bedanya satu. Kami tidak akan menunggu keajaiban. Lagipula, kami membuatnya sendiri," kata Zelensky.

Dan sementara orang Ukraina telah mencoba merayakan Natal di tengah krisis yang berkelanjutan, sebagian besar, seperti Oksana, hanya mencoba bertahan.

Di taman VDNG di pinggiran Kyiv, tidak lama sebelum Natal, beberapa keluarga berswafoto di depan pohon Natal dengan latar belakang beberapa monumen kota era Soviet yang luas.

Saat salju baru turun, para pekerja membersihkan arena seluncur es yang kosong, dan kios-kios menyiapkan makanan ringan tradisional daging dan sayuran panggang, serta kuali berisi anggur.

Alina Vlasiuk sedang membeli permen untuk putranya, Maksym (2), dan mengunjungi taman bersama saudara laki-lakinya, Serhii.

"Kami tinggal di dekatnya dan kami datang karena kami tidak memiliki listrik di apartemen kami. Lebih baik daripada duduk dalam kegelapan," kata Vlasiuk.

Kenyataannya, bahkan kapan merayakan Natal telah menjadi isu yang sangat dipolitisasi di tengah perang.

Selama berabad-abad orang Ukraina merayakan Natal pada 7 Januari, tanggal kelahiran menurut kalender Julian.

Tetapi setelah invasi Vladimir Putin pada bulan Februari, gereja Ortodoks Ukraina mengizinkan jemaatnya untuk pertama kalinya merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, menjauh dari Rusia dan mengarah ke barat.

"Kami takut untuk tinggal dan merayakannya di kota ini karena kami khawatir Rusia akan melakukan provokasi selama liburan," kata Vlasiuk.

Baca juga: Masih Anggap Ukraina Saudara, Putin Kenang Beragam Perbuatan Baik Rusia ke Negara Tetangganya

Tentara Ukraina Menang Besar di Kherson

Sebuah video rekaman dari prajurit militernya dibagikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Sabtu (12/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, video tersebut menujukkan antusiasme warga Kherson di Selatan Ukraina yang menyambut kedatangan para tentara.

Mereka mengelu-elukan kemenangan Ukraina yang kembali bisa merebut ibukota provinsi Kherson dari Rusia.

Baca juga: Telan Kekalahan, Rusia Resmi Tarik Pasukan dari Kherson, Kembalikan Tanah Jajahan ke Ukraina

Sebagaimana diketahui, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah resmi menginstruksikan pasukannya untuk mundur ke Krimea, wilayah yang mereka aneksasi pada 2014.

Mundurnya Rusia tersebut sebagai hasil gemilang dari strategi Ukraina yang gencar menyerang dan memutus rantai pasokan Rusia.

Akhirnya pada Sabtu (12/11/2022), pasukan Ukraina berhasil memasuki kembali Kota Kherson yang merupakan ibukota provinsi Kherson.

Mereka pun langsung disambut gegap gempita teriakan penduduk yang ramai mengibarkan bendera Ukraina.

Dalam video yang dibagikan Zelensky, terlihat pasukan Ukraina berdiri di atas balkon sebuah gedung bertingkat yang diduga adalah gedung pemerintahan.

Di bawah mereka sejumlah penduduk berkumpul membawa bendera Ukraina sembari berseru keras menyatakan dukungannya.

"Milik kita! Milik kita! Kherson!," seru para penduduk tersebut, seperti yang dikutip dari keterangan akun @zelenskiy_official.

Tampak tentara yang merekam momen tersebut sempat tersenyum membelalakkan matanya yang berkaca-kaca.

Kolase reaksi tentara Ukraina yang berkaca-kaca karena disambut warga setelah berhasil rebut kembali Kherson dari Rusia, Sabtu (12/11/2022).
Kolase reaksi tentara Ukraina yang berkaca-kaca karena disambut warga setelah berhasil rebut kembali Kherson dari Rusia, Sabtu (12/11/2022). (Instagram @zelenskiy_official)

Baca juga: Mundur dari Kherson, Jubir Putin Tegaskan Rusia Masih Kuasai Wilayah Tersebut: Tidak Ada Perubahan

Rekaman serupa dibagikan akun resmi negara Ukraina, @ukraine.ua, Sabtu (12/11/2022), di mana diperlihatkan barisan pasukan dan tank berbendera Ukraina.

Dalam kompilasi video tersebut, tampak para tentara menyematkan bendera Ukraina di sejumlah monumen dan gedung-gedung pemerintahan.

Diperlihatkan juga sambutan hangat masyarakat Kherson yang mengelu-elukan kedatangan para tentara.

Tampak seorang nenek tua dengan baju biru dan penutup kepala berwarna gelap bicara dan mencium pipi seorang tentara.

Barisan penduduk bersorak dari pinggir jalan dan mengibarkan bendera Ukraina yang disambut lambaian tangan para tentara.

Bahkan, di jalanan, para penduduk mengerubungi mobil para tentara dengan seruan ramai dan tepuk tangan.

Banyak dari mereka membawa bendera dan mengenakan atribut kuning biru khas bendera nasional.

Kolase kerumunan warga Kherson yang ramai menyambut kedatangan tentara Ukraina setelah berhasil usir Rusia, Sabtu (12/11/2022).
Kolase kerumunan warga Kherson yang ramai menyambut kedatangan tentara Ukraina setelah berhasil usir Rusia, Sabtu (12/11/2022). (Instagram @ukraine.ua)

"Hari ini adalah hari yang bersejarah. Kami mendapatkan kembali Kherson," tulis Zelensky di akun Instagram pribadinya.

"Dan bahkan ketika kota itu belum sepenuhnya dibersihkan dari kehadiran musuh, orang-orang Kherson sendiri telah menghilangkan simbol-simbol Rusia dan jejak-jejak penjajahan yang ditinggalkan di Kherson dari jalanan dan gedung-gedung."

Sebagaimana diketahui, Kherson merupakan wilayah yang sangat penting bagi Rusia, jika wilayah Kherson kembali ke Ukraina, maka Moskow akan kehilangan akses penting ke Laut Azov.

Kemunduran itu juga akan memberi tekanan pada kendali Rusia atas sisa wilayah Kherson, yang membentuk jembatan darat dari Rusia ke wilayah jajahan Krimea.(TribunWow.com/Via)

Berita terkait lainnya

Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaHari NatalKherson
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved