Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dihantam Puluhan Rudal Rusia, Ukraina Alami Krisis Energi, Warga: Kami Tidak Menyerah, Kami Bertahan

Ukraina kembali alami krisis listrik setelah Rusia menghancurkan fasilitas energi di seantero wilayah.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube South China Morning Post
Penampakan serangan drone kamikaze milik Rusia di Kyiv/Kiev, Ukraina pada 17 Oktober 2022. Terbaru, Rusia kembali kerahkan puluhan rudal untuk menyerang infrastruktur Ukraina, Jumat (16/12/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pemadaman listrik darurat dilakukan di seluruh negeri setelah rudal Rusia menghantam fasilitas energi di beberapa wilayah.

Dilansir TribunWow.com, operator jaringan listrik Ukraina, Ukrenergo, memperingatkan warga Ukraina bahwa perlu waktu lebih lama untuk memulihkan listrik.

Hal ini merupakan dampak serangan puluhan rudal Rusia yang ditembakkan ke lokasi infrastruktur utama di utara, selatan, dan tengah negara itu.

Baca juga: Ukraina Berhasil Tembak 13 Drone Rusia, Kyiv Menanti Kiriman Sistem Pertahanan Udara Canggih dari AS

Dilaporkan Al Jazeera, Ukrenergo telah mencabut keadaan darurat yang diumumkannya pada hari sebelumnya setelah serangan Rusia memangkas konsumsi energi nasional lebih dari 50 persen.

"Prioritas akan diberikan pada infrastruktur penting: rumah sakit, fasilitas suplai air, fasilitas suplai panas, pabrik pengolahan limbah," kata penyedia energi nasional tersebut dalam sebuah pernyataan Jumat (16/12/2022).

Dalam salah satu serangan terbesarnya sejak awal perang, Rusia mengirim lebih dari 70 rudal ke Ukraina.

Hal ini telah mematikan listrik di kota terbesar kedua dan memaksa Kyiv menerapkan pemadaman darurat secara nasional.

Tiga orang dikabarkan tewas ketika sebuah blok apartemen dihantam di pusat kota Kryvyi Rih dan seorang lainnya tewas dalam penembakan di wilayah selatan Kherson.

Pejabat yang dipasang Rusia di Ukraina timur yang diduduki mengatakan 12 orang tewas akibat penembakan Ukraina.

Penampakan warga Kiev/Kyiv, Ukraina berjalan-jalan di malam hari dengan penerangan yang sangat minim karena sumber energi Ukraina yang terganggu akibat serangan Rusia.
Penampakan warga Kiev/Kyiv, Ukraina berjalan-jalan di malam hari dengan penerangan yang sangat minim karena sumber energi Ukraina yang terganggu akibat serangan Rusia. (bbc)

Baca juga: Perang Berkecamuk di Bakhmut, Para Ahli Heran Rusia Terobsesi pada Kota Kecil di Ukraina

Dalam pidato video malam, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia masih memiliki cukup rudal untuk beberapa serangan yang lebih signifikan dan dia kembali mendesak sekutu Barat untuk memasok Kyiv dengan sistem pertahanan udara yang lebih banyak dan lebih baik.

Zelensky mengatakan Ukraina cukup kuat untuk bangkit kembali.

"Apa pun yang diharapkan para pemuja roket dari Moskow, itu tetap tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan dalam perang ini," ucap Zelensky.

Kyiv telah memperingatkan pada hari Kamis bahwa Moskow merencanakan serangan habis-habisan baru awal tahun depan, kira-kira setahun setelah invasi 24 Februari, di mana wilayah luas Ukraina telah dihancurkan oleh rudal dan artileri tetapi hanya sedikit yang diambil oleh pasukan Rusia.

Rusia telah menghujani infrastruktur energi Ukraina hampir setiap minggu sejak awal Oktober setelah beberapa kekalahan di medan perang.

Tetapi serangan hari Jumat tampaknya menimbulkan lebih banyak kerusakan daripada banyak serangan lainnya, dengan salju dan es yang sekarang tersebar luas.

Halaman
123
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaVolodymyr ZelenskyVladimir PutinRusia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved