Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Kembali Serang Kyiv, 3 Ledakan Bergema di Seantero Kota, Ukraina Kerahkan Tim Darurat

Tiga ledakan terdengar di Kyiv, ibukota Ukraina, diduga akibat serangan drone Rusia.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube South China Morning Post
Penampakan serangan drone kamikaze milik Rusia di Kyiv/Kiev, Ukraina pada 17 Oktober 2022. Terbaru, tiga ledakan terdengar di Kyiv, Rabu (14/12/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Tiga ledakan telah terdengar di pusat Kyiv, ibukota Ukraina pada Rabu (14/12/2022) pagi.

Dilansir TribunWow.com, Ukraina mengatakan telah menembak jatuh sejumlah drone Shahed buatan Iran.

Sementara itu, petugas layanan darurat Ukraina telah dikirim ke distrik pusat Shevchenkivskyi.

Baca juga: Rusia Kembali Gencar Serang Ukraina secara Besar-besaran, Kyiv hingga Mykolaiv Dihantam Ledakan

Dilaporkan Al Jazeera, Rabu (14/12/2022), Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan 10 drone Shahed telah ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina.

"Rinciannya nanti," tambahnya di saluran Telegramnya.

Namun, klaim Klitschko tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pemerintah kota mengatakan dua bangunan administrasi rusak akibat serangan pesawat tak berawak yang diduga dikirim Rusia tersebut.

Ditambahkan juga bahwa sampai saat ini masih belum ada informasi tentang potensi korban cedera atau korban jiwa.

Oleksiy Goncharenko, seorang politisi Ukraina, mengatakan di Twitter bahwa dia telah mendengar tiga ledakan pada pukul 06.30 waktu setempat (04:30 GMT).

Alarm serangan udara berbunyi pada pukul 5.55 pagi (03:55 GMT) dan penduduk diserukan untuk tetap tinggal di tempat penampungan sampai semuanya aman.

"Ukraina bangun bukan dari jam alarm, tetapi dari ledakan," tulis Goncharenko.

"Terima kasih kepada tetangga Rusia! Selamat pagi!," sindirnya.

Kondisi ibu kota Ukraina, Kyiv setelah dihantam puluhan rudal Rusia pada Senin (10/10/2022) pagi.
Kondisi ibu kota Ukraina, Kyiv setelah dihantam puluhan rudal Rusia pada Senin (10/10/2022) pagi. (YouTube Al Jazeera English)

Baca juga: Markas Tentara Wagner Rusia Hancur di Luhansk, Ukraina Gencarkan Serangan Balasan di Melitopol

Di sisi lain, gubernur Oblast Kyiv Oleksiy Kuleba mengatakan sistem pertahanan udara sudah diaktifkan dan mencapai sasaran.

Ledakan itu terjadi ketika Ukraina meminta sekutunya untuk menyediakan sistem pertahanan udara yang lebih canggih.

Hal ini diperlukan guna membantunya menembak jatuh rudal dan pesawat tak berawak Rusia yang telah menghancurkan infrastruktur energi negara dan meninggalkan jutaan orang tanpa pemanas di musim dingin.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan sejumlah daerah mengalami kesulitan mendapat pasokan listrik termasuk ibu kota Kyiv dan wilayah sekitar Kyiv, serta empat wilayah di Ukraina barat dan wilayah Dnipropetrovsk di tengah negara.

Laporan pada hari Selasa mengatakan Amerika Serikat sedang menyelesaikan rencana untuk mengirim sistem pertahanan udara Patriot yang canggih ke Ukraina.

Menurut pejabat berwenang, rencana AS adalah mengirim satu sistem yang disebut Baterai Patriot.

Baterai Patriot yang dipasang di truk terdiri hingga delapan peluncur, yang masing-masing dapat menampung empat rudal.

Seluruh sistem, yang mencakup radar array bertahap, stasiun kontrol, komputer, dan generator, biasanya membutuhkan sekitar 90 tentara untuk mengoperasikan dan memelihara.

Namun menurut Angkatan Darat AS, hanya tiga tentara yang dibutuhkan sistem tersebut untuk bisa menembakkan penangkal serangan udara.

Baca juga: Hancurkan Jembatan dan Isolasi Tentara Rusia, Ukraina Gunakan Taktik Kherson untuk Rebut Melitopol

Drone Iran Kembali Berulah

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Sabtu (10/12/2022), bahwa Odesa dan wilayah sekitarnya tidak bisa mendapatkan listrik.

Dilansir TribunWow.com, dia menggambarkan situasinya sangat sulit bagi lebih dari 1,5 juta orang di kota pelabuhan Ukraina selatan tersebut.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan Rusia menggunakan pesawat tak berawak buatan Iran untuk menyerang dua fasilitas energi.

Baca juga: Zelensky Maju ke Garis Depan Perang Ukraina Vs Rusia, Motivasi Para Tentara di Tengah Udara Beku

Dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (10/12/2022), SKyrylo Tymoshenko, wakil kepala administrasi kepresidenan mengklaim perlu waktu berbulan-bulan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

"Sampai sekarang, kota ini tanpa listrik," ujar Tymoshenko, melalui aplikasi perpesanan Telegram.

Hanya infrastruktur penting, termasuk rumah sakit dan bangsal bersalin, yang memiliki akses listrik.

Sebagaimana diketahui, Rusia mulai menargetkan infrastruktur Ukraina saat mereka mundur setelah mengalami kekalahan militer beberapa waktu lalu.

Pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji untuk terus menggempur jaringan energi Ukraina meskipun ada protes terhadap serangan yang telah membuat jutaan orang berada dalam kegelapan dan kedinginan tanpa pemanas saat suhu turun.

Pemerintah daerah mengatakan orang-orang yang hanya mengandalkan listrik untuk menyalakan rumah mereka harus mempertimbangkan untuk mengungsi.

Rusia dituding bertanggung jawab atas serangan misil ke Odesa, Ukraina yang menewaskan 21 orang, Jumat (1/7/2022).
Rusia dituding bertanggung jawab atas serangan misil ke Odesa, Ukraina yang menewaskan 21 orang, Jumat (1/7/2022). (YouTube The Telegraph)

Baca juga: Ukraina Berencana Lawan Balik, Rusia Kini Gencarkan Serangan di Kharkiv hingga Odesa

Para pejabat mengatakan serangan Rusia yang mengenai jalur transmisi dan peralatan utama di Odesa terjadi pada dini hari Sabtu.

"Menurut perkiraan awal, pemulihan fasilitas energi di wilayah Odesa akan memakan waktu lebih lama daripada setelah serangan sebelumnya," kata pihak pemerintah.

"Kita berbicara bukan tentang hari, tetapi bahkan minggu dan bahkan mungkin dua sampai tiga bulan."

Odesa, kota pelabuhan terbesar di Ukraina, memiliki populasi lebih dari 1 juta sebelum invasi Rusia pada 24 Februari.

Kyiv mengatakan Rusia telah meluncurkan ratusan drone Shahed-136 buatan Iran – diganti namanya menjadi Geran-2 – ke sasaran di Ukraina.

Angkatan bersenjata Ukraina mengatakan di Facebook bahwa 15 drone telah diluncurkan terhadap sasaran di wilayah selatan Odesa dan Mykolaiv, dan 10 telah ditembak jatuh.

Kyiv menggambarkan serangan itu sebagai kejahatan perang karena dampaknya yang menghancurkan kehidupan sipil.

Dalam sebuah pidato video, Zelensky mengatakan ada kekurangan yang signifikan dalam jumlah daya yang dihasilkan.

Di sisi lain, Teheran membantah memasok drone ke Moskow setelah perang dimulai pada akhir Februari.

Kementerian pertahanan Inggris mengatakan pada hari Sabtu bahwa dukungan militer Iran untuk Rusia kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, termasuk kemungkinan pengiriman rudal balistik.(TribunWow.com/Via)

Berita terkait lainnya

Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaLedakan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved