Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Kembali Serang Kyiv, 3 Ledakan Bergema di Seantero Kota, Ukraina Kerahkan Tim Darurat

Tiga ledakan terdengar di Kyiv, ibukota Ukraina, diduga akibat serangan drone Rusia.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube South China Morning Post
Penampakan serangan drone kamikaze milik Rusia di Kyiv/Kiev, Ukraina pada 17 Oktober 2022. Terbaru, tiga ledakan terdengar di Kyiv, Rabu (14/12/2022). 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan sejumlah daerah mengalami kesulitan mendapat pasokan listrik termasuk ibu kota Kyiv dan wilayah sekitar Kyiv, serta empat wilayah di Ukraina barat dan wilayah Dnipropetrovsk di tengah negara.

Laporan pada hari Selasa mengatakan Amerika Serikat sedang menyelesaikan rencana untuk mengirim sistem pertahanan udara Patriot yang canggih ke Ukraina.

Menurut pejabat berwenang, rencana AS adalah mengirim satu sistem yang disebut Baterai Patriot.

Baterai Patriot yang dipasang di truk terdiri hingga delapan peluncur, yang masing-masing dapat menampung empat rudal.

Seluruh sistem, yang mencakup radar array bertahap, stasiun kontrol, komputer, dan generator, biasanya membutuhkan sekitar 90 tentara untuk mengoperasikan dan memelihara.

Namun menurut Angkatan Darat AS, hanya tiga tentara yang dibutuhkan sistem tersebut untuk bisa menembakkan penangkal serangan udara.

Baca juga: Hancurkan Jembatan dan Isolasi Tentara Rusia, Ukraina Gunakan Taktik Kherson untuk Rebut Melitopol

Drone Iran Kembali Berulah

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Sabtu (10/12/2022), bahwa Odesa dan wilayah sekitarnya tidak bisa mendapatkan listrik.

Dilansir TribunWow.com, dia menggambarkan situasinya sangat sulit bagi lebih dari 1,5 juta orang di kota pelabuhan Ukraina selatan tersebut.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan Rusia menggunakan pesawat tak berawak buatan Iran untuk menyerang dua fasilitas energi.

Baca juga: Zelensky Maju ke Garis Depan Perang Ukraina Vs Rusia, Motivasi Para Tentara di Tengah Udara Beku

Dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (10/12/2022), SKyrylo Tymoshenko, wakil kepala administrasi kepresidenan mengklaim perlu waktu berbulan-bulan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

"Sampai sekarang, kota ini tanpa listrik," ujar Tymoshenko, melalui aplikasi perpesanan Telegram.

Hanya infrastruktur penting, termasuk rumah sakit dan bangsal bersalin, yang memiliki akses listrik.

Sebagaimana diketahui, Rusia mulai menargetkan infrastruktur Ukraina saat mereka mundur setelah mengalami kekalahan militer beberapa waktu lalu.

Pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji untuk terus menggempur jaringan energi Ukraina meskipun ada protes terhadap serangan yang telah membuat jutaan orang berada dalam kegelapan dan kedinginan tanpa pemanas saat suhu turun.

Halaman
123
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaLedakan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved