Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Hancurkan Jembatan dan Isolasi Tentara Rusia, Ukraina Gunakan Taktik Kherson untuk Rebut Melitopol

Ukraina menghancurkan jembatan utama ke wilayah Melitopol yang kini dikuasai Rusia.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Telegram @ivan_fedorov_melitopol
Jembatan utama di Melitopol yang melengkung setelah kaki-kakinya dihancurkan oleh pasukan Ukraina, Selasa (13/12/2022). 

"Sedikit lebih dari 50 persen wilayah Republik Rakyat Donetsk telah dibebaskan," kata Denis Pushilin, administrator wilayah yang dikendalikan oleh Rusia.

Komando militer Ukraina mengatakan dalam pembaruan medan perang hariannya pada hari Selasa bahwa pasukannya telah memukul mundur Rusia di 10 wilayah di wilayah tersebut.

Rusia mengklaim secara bertahap memajukan posisinya, dengan kementerian pertahanan mengatakan pada hari Senin bahwa serangannya di sana telah menewaskan 30 personel militer Ukraina sehari sebelumnya.

Namun, penilaian independen atas perolehan Rusia menunjukkan hanya ada sedikit kemajuan dalam minggu-minggu pertempuran sengit berlangsung.

Pasalnya Ukraina dipantau telah bergerak untuk menopang posisinya secara penuh menjelang datangnya kondisi musim dingin di garis depan.

Baca juga: Mimpi Buruk dan Bangun Tiap Malam, Warga Ukraina Kisahkan Trauma setelah Ditahan dan Disiksa Rusia

Markas Tentara Wagner Rusia Hancur

Pasukan Ukraina dilaporkan telah menyerang markas besar kelompok tentara bayaran Wagner Rusia di Luhanks, Ukraina timur.

Dilansir TribunWow.com, Gubernur Luhanks Serhiy Haidai mengatakan sebuah hotel tempat kelompok itu bermarkas di Kadiivka, wilayah Luhansk, terkena serangan.

Dia menambahkan ada kerugian besar dari pihak Rusia.

Baca juga: Putin Akhirnya Bicara soal Potensi Pemakaian Nuklir, Klaim Perang di Ukraina akan Berlangsung Lama

Namun, dikutip dari BBC, Senin (12/12/2022), pihaknya tidak dapat memverifikasi secara independen keberadaan Wagner di hotel tersebut.

Diketahui, grup Wagner adalah tentara bayaran yang disponsori negara yang bertindak untuk kepentingan Kremlin.

Perusahaan militer swasta, yang didirikan oleh Yevgeny Prigozhin, mantan pemilik restoran dan rekan dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, telah berulang kali dituduh melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia.

Unit Wagner sebelumnya telah dikerahkan di Krimea, Suriah, Libya, Mali, dan Republik Afrika Tengah.

Adapun dalam serangan di Kadiivka, Haidai mengatakan Rusia telah menderita kerugian yang signifikan.

Dia memperkirakan setidaknya 50 persen dari pasukan yang selamat akan mati karena kurangnya perawatan medis.

Pengunjung mengenakan kamuflase militer di gedung kantor tentara bayaran Wagner Center di St Petersburg, Rusia.
Pengunjung mengenakan kamuflase militer di gedung kantor tentara bayaran Wagner Center di St Petersburg, Rusia. (AFP/ Olga Maltseva)

Baca juga: Grup Wagner Kirim Palu Berbercak Darah ke Parlemen Uni Eropa Buntut Pernyataan Rusia Negara Teroris

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
TentaraRusiaUkrainaKherson
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved