Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Akhirnya Bicara soal Potensi Pemakaian Nuklir, Klaim Perang di Ukraina akan Berlangsung Lama

Presiden Rusia Vladimir Putin buka suara mengenai durasi perang Ukraina hingga potensi penggunaan senjata nuklir.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tangkapan Video The Guardian
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan akan memobilisasi sebagian penduduk Rusia untuk membantu tentara di medan perang Ukraina, Rabu (21/9/2022). Terbaru, Putin bicara soal penggunaan senjata nuklir dan kemungkinan durasi perang Ukraina, Kamis (8/12/2022). 

Putin jarang membahas kemungkinan durasi perang, meskipun pada bulan Juli dia mengatakan bahwa Rusia baru saja mulai serius.

Sejak itu, pasukan Rusia telah didesak mundur secara signifikan, tetapi Putin mengatakan dia tidak menyesal meluncurkan perang yang paling menghancurkan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Baca juga: Perang Rusia dan Ukraina akan Melambat Selama Musim Dingin, AS Soroti Tekad Kyiv untuk Tetap Melawan

Potensi Ukraina Menang dari Rusia

Eks pemimpin NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan bahwa Ukraina memiliki kesempatan menang dari Rusia.

Dilansir TribunWow.com, ia menyimpulkan hal tersebut dari efisiensi perang dan dukungan senjata dari sejumlah negara yang sangat membantu.

Mantan perdana menteri Denmark itu juga menyebut bahwa Rusia jelas melakukan kejahatan perang dan mengandalkan strategi yang kurang terorganisir.

Baca juga: Spanyol Curiga Rusia Pelaku Insiden Bom Surat, Kedutaan Ukraina Juga Dapat Kiriman Berisi Mata Hewan

Anders Fogh Rasmussen, merupakan pemimpin NATO dari periode tahun 2009 hingga 2014.

Dia saat ini adalah ketua pendiri Rasmussen Global, sebuah organisasi yang mewadahi para pemikir.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Jumat (2/12/2022), Rasmussen memberikan pandangannya terkait perang antara Rusia dan Ukraina.

Menurutnya, Ukraina bisa saja menang dari negara adidaya Rusia jika melihat dari cara cerdik mereka dalam berperang.

Ditambah lagi dengan bantuan militer dari sekutu-sekutu NATO yang berhasil digunakan secara efisien oleh tentara Ukraina.

Maka, untuk meningkatkan potensi kemenangan Ukraina, negara-negara NATO harus melakukan peningkatan pengiriman senjata ke negara tersebut.

"NATO harus meningkatkan pengiriman senjata ke Ukraina," kata Rasmussen.

"Ukraina telah menunjukkan efisiensi tinggi dalam penggunaan senjata yang telah mereka terima dan jika NATO dan sekutunya melanjutkan pengiriman ini, maka Ukraina benar-benar dapat memenangkan perang ini melawan pasukan militer Rusia yang tidak terorganisir, yang menggunakan peralatan militer kuno."

Ia memuji sikap yang diambil NATO dan sekutunya dalam peperangan tersebut.

Halaman
123
Tags:
NuklirVladimir PutinRusiaUkraina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved