Konflik Rusia Vs Ukraina
Ledakan Terjadi di Kedutaan Ukraina di Spanyol, Bom Rakitan Diselipkan dalam Surat, Rusia Terlibat?
Seorang manajer kedutaan Ukraina di Spanyol menjadi korban setelah sebuah surat berisi bom rakitan meledak.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Dmytro Kuleba, menteri luar negeri Ukraina, mendesak semua kedutaan negara untuk memperketat langkah-langkah keamanan.
Pemerintah Ukraina juga mendesak rekan-rekan Spanyolnya untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk menyelidiki serangan itu.
"Siapa pun yang bertanggung jawab tidak akan berhasil mengintimidasi diplomat Ukraina atau menghentikan pekerjaan sehari-hari mereka untuk memperkuat Ukraina dan melawan agresi Rusia," tegas Kuleba.
Baca juga: Rusia Produksi Drone Baru untuk Bubarkan Kerumunan, Kerusuhan Sipil Diprediksi Terjadi Tahun Depan
Kepala Polisi Ukraina Jadi Korban Ledakan Bom
Seorang mantan kepala polisi daerah Ukraina menjadi korban ledakan dalam sebuah bom mobil.
Dilansir TribunWow.com, pria bernama Denys Stefankov itu diketahui telah membelot dari Ukraina untuk menjadi interogator Rusia.
Ia diduga menjadi sasaran dinas rahasia Ukraina, FSB yang sedang melakukan penyisiran terhadap mereka yang berkhianat.
Baca juga: Putin Beri Ancaman Serius Buntut Serangan Ukraina, Joe Biden Khawatir Rusia Gunakan Nuklir
Dikutip The Sun, Senin (19/9/2022), ledakan itu dikabarkan terjadi di halaman sebuah blok apartemen di pusat kota Melitopol.
Mantan polisi Stefankov dikatakan telah membelot ke Rusia dan bertugas menginterogasi tahanan.
Insiden ini diungkap oleh Walikota kota Ivan Federov yang mengatakan bahwa Stefankov sempat disebut masuk dalam data orang yang akan disanksi.
"Sebuah ledakan kuat di halaman gedung tinggi Melitopol di pusat kota kemungkinan merupakan hasil dari penyisiran FSB," kata Federov, mengatakan di sebuah posting Telegram.
"Menurut data awal, selama 'konflik' mereka ingin menyingkirkan salah satu kolaborator polisi yang disebut 'kepala Departemen Kepolisian Rakyat Milisi Rakyat'."
Menurut Federov, Stefankov hanya satu dari 118 polisi yang membelot dan akan disita seluruh kepemilikannya.
"Denys Stefankov adalah salah satu dari 118 pengkhianat polisi yang semua propertinya baik bergerak dan tidak bergerak, sudah hendak kami sita," ujar Federov.
"Seharusnya jelas bagi semua orang yang mengkhianati Ukraina: Rusia tidak membutuhkan anda. Setelah anda digunakan, anda akan dibuang."

Baca juga: Warga Dikurung di Ruangan Gelap, Ukraina Ungkap Bukti Penyiksaan di Wilayah Bekas Kekuasaan Rusia