Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

3 Minggu Dihantui Bayangan Brigadir J, Bharada E Akhirnya Berani Ungkap Skenario Ferdy Sambo

Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E mengaku dihantui mimpi buruk tentang Brigadir J selama 3 minggu.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Mimpi buruk jadi alasan terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E untuk mengubah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah disusun sesuai perintah Ferdy Sambo.

Dilansir TribunWow.com, Bharada E lantas mengakui telah menembak rekannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bersama Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022).

Ternyata, ia merasa dihantui rasa bersalah sehingga terus-terusan memimpikan mendiang selama tiga minggu.

Baca juga: Nilai Sidang Bharada E Tak Ideal, LPSK Duga Hakim Ingin Cek Kejujuran KM, Bripka RR dan Para Saksi

Pernyataan ini disampaikan Bharada E saat menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Menjawab pertanyaan Hakim Anggota Majelis Morgan Simanjuntak, ia menceritakan alasan tiba-tiba mengubah cerita dan mengungkap skenario Ferdy Sambo.

"Jadi selama tanggal 8 itu, saya betul-betul dihantui mimpi buruk, kurang lebih tiga minggu," ungkap Bharada E dikutip kanal YouTube KOMPASTV.

"Apa mimpimu? Datang almarhum Yosua?," tanya Morgan.

"Betul Yang Mulia," aku Bharada E.

Kolase potret jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J seusai penembakan, Jumat (8/7/2022), dan fotonya semasa masih hidup.
Kolase potret jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J seusai penembakan, Jumat (8/7/2022), dan fotonya semasa masih hidup. (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Tak Dibayar, Ini Alasan Ronny Talapessy Bersedia Jadi Pengacara Bharada E, Ternyata Sudah Kenal Lama

Mimpi buruk tersebut memperparah tekanan dan rasa bersalah yang dialami akibat melakukan pembunuhan tersebut.

"Dan saya juga merasa bersalah, Yang Mulia," kata Bharada E.

"Saya merasa tertekan. Dan beruntungnya saat saya dibawa itu (ditahan-red), sudah tidak ada komunikasi lagi saya dengan FS, Yang Mulia. Jadi saya sudah lebih merasa bisa untuk menceritakan."

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan Brigadir J awalnya disebut sebagai insiden tembak-menembak antar ajudan Kadiv Propam Polri.

Brigadir J disebut melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan dipergoki oleh Bharada E.

Bharada E ketika itu mengaku mendadak ditembak oleh Brigadir J yang terkejut dan balas melepaskan peluru hingga menyebabkan kematian rekannya tersebut.

Namun pihak keluarga Brigadir J mengungkap sejumlah kejanggalan hingga akhirnya kasus pembunuhan tersebut menjadi sorotan publik.

Akhirnya, Bharada E tiba-tiba memberikan pengakuan mengejutkan yang menyebut bahwa insiden di rumah dinas Kadiv Propam Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan tersebut ternyata adalah pembunuhan yang direncanakan Ferdy Sambo.

Baca juga: Bharada E Ternyata Tak Pernah Iyakan Perintah Ferdy Sambo untuk Bunuh Brigadir J: Saya Diam, Kaget

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

Adik Brigadir J Bongkar Sosok Bharada E

Kedekatan mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan eksekutornya, Richard Eliezer alias Bharada E, sudah lebih dari sekedar rekan kerja.

Dilansir TribunWow.com, adik Brigadir J, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat alias Reza, bahkan menganggap para ajudan terdakwa Ferdy Sambo sudah seperti keluarga sendiri.

Terlebih Bharada E, yang kerap menghabiskan waktu dengannya dan dikenal sebagai pribadi yang baik.

Baca juga: Sebut Nasib Bharada E di Ujung Tanduk, Eks Hakim Agung Ungkap Analisa Sidang Lanjutan Brigadir J

Reza yang tinggal 400 meter dari lingkungan rumah pribadi Ferdy Sambo, Jalan Saguling, Jakarta Selatan, kerap menghabiskan waktu bersama sang kakak.

Ia pun akrab bergaul dengan seluruh ajudan dan karyawan di rumah tersebut, termasuk Bharada E.

Hubungan dekat Reza dan Brigadir J dengan Bharada E tersebut bermula sejak pemuda asal Manado, Sulawesi Utara itu masuk menjadi ajudan sang mantan Kadiv Propam Polri.

"Sudah kenal (Bharada E), semenjak dia masuk jadi anggota baru sudah kenal juga. Sering ngobrol, sering nyanyi-nyanyi, main ping-pong," beber Reza dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG, Kamis (27/10/2022).

"Biasanya kalau ketemu malam di Saguling, beli makanan bareng sama almarhum juga, sama yang lain, ketawa-ketawa cerita-cerita, biasa gitu."

Reza mengaku dekat dengan Bharada E karena jarak usia yang tidak terpantau jauh.

Meskipun secara kepangkatan, Reza yang berasal dari golongan Bintara lebih tinggi dibanding Bharada E yang dari golongan tamtama.

Adik Brigadir J, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat menuturkan kesaksian terkait kasus pembunuhan kakaknya, Selasa (25/10/2022).
Adik Brigadir J, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat menuturkan kesaksian terkait kasus pembunuhan kakaknya, Selasa (25/10/2022). (YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG)

Baca juga: Tangisan Bharada E di Hadapan Keluarga Brigadir J: Saya Tidak Percaya Bang Yos Melakukan Pelecehan

Adapun dalam kesehariannya, Reza mengenal sosok Bharada E yang dipanggilnya dengan sapaan akrab Ichad tersebut, sebagai teman yang humoris.

Bharada E juga diketahui merupakan pekerja yang rajin dan cenderung patuh pada perintah atasan.

"Kalau melihat keseharian, dia orangnya periang, kadang-kadang suka gurau juga, humoris, suka bercanda," beber Reza.

"Kadang mau diam-diam sendiri juga, kadang kalau lagi ngumpul dia diam sendiri."

"Kalau dari sisi kerjaan, dia orangnya tekun, rajin, apa yang diperintahkan langsung dikerjain, dia langsung paham."

Selain Bharada E, Reza juga kenal dekat dengan seluruh ajudan Ferdy Sambo, bahkan hingga seluruh penjaga dan pengurus rumah Saguling.

"Kenal, ada banyak ajudannya, dari Ichad, almarhum, Matius, terus Daden, Romer, Yogi, Sadam, sama (terdakwa) Bripka RR/ Ricky Rizal, kenal semuanya," tutur Reza.

"Bahkan sama sekuriti di Saguling, si Damson, terus ada asisten juga namanya si Kodir, Agus."

"Terus ada juga biasanya yang pegang anjingnya itu si Rifan, sama yang ngurus taman di belakang rumahnya itu si Alfon, kenal juga, semuanya kenal."

Reza mengakui seluruh personel di rumah Ferdy Sambo sudah seperti keluarga sendiri.

Oleh karena itu, ia begitu tak menyangka jika kakaknya akan meninggal secara mengenaskan di tangan teman dan atasannya sendiri.(TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait

Tags:
Brigadir JBharada EFerdy SamboPutri Candrawathi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved