KTT G20 Bali
KTT G20 Rilis Hasil Pembahasan Perang Rusia dan Ukraina, Bahas Akibat hingga Janjikan Solusi
Pemimpin negara yang hadir dalam pertemuan KTT G20 Bali merilis kesimpulan terkait pembahasan konflik Ukraina dan Rusia.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Para pemimpin ekonomi utama Kelompok 20 (G20) membuat deklarasi yang mengatakan bahwa mereka sangat menyesalkan agresi Rusia terhadap Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, para pemimpin dunia berupaya untuk mencegah ekskalasi konflik dan mendorong perdamaian.
Namun, tidak ada pernyataan langsung dari Rusia yang juga menghadiri KTT G20 di Bali tersebut.
Baca juga: Media Asing Sebut Jokowi Ogah Berkomentar soal Ledakan di Polandia yang Terjadi di Tengah KTT G20
Deklarasi disetujui pada hari Rabu (16/11/2022), dengan sejumlah anggota KTT G20 mengatakan sebagian besar dari mereka mengecam keras perang di Ukraina.
Menurut pernyataan tersebut, hukum internasional harus ditegakkan, seraya menambahkan bahwa ancaman penggunaan senjata nuklir tidak akan dapat diterima.
Dibahas juga pengiriman biji-bijian lewat Laut Hitam karena perang telah mencegah distribusi biji-bijian yang sangat dibutuhkan ke pasar dunia.
"Banyak anggota sangat mengutuk perang agresi Rusia yang ilegal, tidak dapat dibenarkan dan tidak beralasan terhadap Ukraina dan menyerukan diakhirinya perang," kata komunike tersebut dikutip Al Jazeera, Rabu (16/11/2022).
"Para anggota menyatakan keprihatinan tentang kerusakan yang disebabkan oleh konflik pada infrastruktur kesehatan kritis, serta korban pada petugas kesehatan, yang secara tidak proporsional mempengaruhi yang paling rentan, perempuan dan anak-anak."

Baca juga: Saat KTT G20 Upayakan Perdamaian di Ukraina, Kini Rusia Dituduh Serang Polandia Pakai Misil
Menurut mereka, perang di Ukraina merugikan ekonomi global.
Deklarasi itu juga mengatakan bahwa anggota bank sentral akan terus mengkalibrasi dengan tepat kecepatan pengetatan kebijakan moneter.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang juga berada di Bali, memperingatkan pentingnya untuk menghindari eskalasi perang di Ukraina.
Komentarnya muncul setelah ledakan di wilayah anggota NATO, Polandia, yang segera memicu kekhawatiran bahwa aliansi tersebut mungkin akan terlibat langsung ke dalam perang tersebut.
Selain mengenai perang, para pemimpin juga sepakat untuk mengejar upaya untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C (2,7°F), termasuk mempercepat upaya untuk mengurangi secara bertahap penggunaan batu bara.
"Kami memutuskan untuk mengejar upaya untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 ° C," bunyi deklarasi yang dikeluarkan di akhir pertemuan.
"Ini akan membutuhkan tindakan dan komitmen yang bermakna dan efektif dari semua negara."
Baca juga: Dibunuh hingga Dikudeta, Berikut Risiko yang Dihadapi Putin jika Nekat Datang ke KTT G20 Bali