Konflik Rusia Vs Ukraina
Teori Konspirasi Terbukti? 3 Pejabat AS Sementara Simpulkan Ledakan di Polandia akibat Misil Ukraina
Kesimpulan sementara, serangan yang terjadi di Polandia merupakan akibat dari misil yang ditembakkan oleh pasukan militer Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Dua warga Polandia di tewas dalam serangan misil yang terjadi di Desa Przewodow, Polandia pada Selasa (15/11/2022).
Ukraina dan Rusia saling menuding satu sama lain atas serangan misil tersebut.
Dikutip TribunWow dari bbc, namun berdasarkan asesmen sementara, terungkap misil yang jatuh di Desa Przewodow diakibatkan oleh misil milik Ukraina.
Baca juga: Saat KTT G20 Upayakan Perdamaian di Ukraina, Kini Rusia Dituduh Serang Polandia Pakai Misil
Kesimpulan sementara ini diungkapkan oleh tiga pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS).
Menurut keterangan pejabat AS, pada saat kejadian, pasukan militer Ukraina bermaksud menembak serangan misil Rusia.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden juga sempat menyatakan sangat kecil kemungkinan misil milik Rusia masuk ke Polandia.
Sebelumnya diberitakan, seorang pejabat Rusia menuding bahwa serangan yang terjadi di Polandia adalah taktik Ukraina agar Rusia dikeroyok oleh para anggota NATO.
Dikutip TribunWow dari bbc, seperti yang diketahui, Polandia merupakan anggota NATO.
Baca juga: Bos CIA dan Intelijen Rusia Bertemu di Turki Bahas Penggunaan Senjata Nuklir di Ukraina
Di dalam aliansi NATO, jika keselamatan satu anggotanya terancam, maka seluruh anggota NATO dapat datang memberikan bantuan pertahanan dan keamanan.
Sebagai informasi, NATO saat ini memiliki 30 anggota termasuk Prancis, Jerman, Inggris hingga Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba tegas membantah adanya teori konspirasi Ukraina sengaja menyerang Polandia.
"Rusia saat ini mempromosikan teori konspirasi bahwa itu (serangan Polandia) adalah misil dari pertahanan udara Ukraina yang jatuh di wilayah Polandia. Yang mana itu tidak benar," tegas Kuleba.
Kuleba menegaskan seharusnya tidak ada orang yang memercayai propaganda Rusia ataupun menyebarluaskan propaganda tersebut.
Teori konspirasi ini disuarakan oleh Denis Pushilin, pejabat di Donetsk yang ditunjuk oleh pemerintah Rusia.
Pushilin meyakini aksi tersebut dilakukan Ukraina untuk menarik pihak luar agar terlibat dalam konflik Rusia-Ukraina.
Baca juga: Bahas Konflik Rusia-Ukraina hingga Proyek MRT, Ini Isi Diskusi Jokowi dengan para Kepala Negara G20