Konflik Rusia Vs Ukraina
Saat KTT G20 Upayakan Perdamaian di Ukraina, Kini Rusia Dituduh Serang Polandia Pakai Misil
Rusia dituding bertanggung jawab atas serangan misil yang menewaskan dua orang di Polandia pada Selasa (15/11/2022).
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Seorang pejabat senior intelijen Amerika Serikat (AS) menuding misil milik Rusia telah menewaskan dua orang di negara anggota NATO yakni Polandia.
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki telah melakukan rapat darurat membahas keamanan negara.
Dikutip TribunWow dari skynews, momen serangan ini bertepatan dengan berlangsungnya upaya sejumlah negara anggota G20 mendamaikan konflik di Ukraina lewat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia.
Baca juga: Hadir Lewat Video di KTT G20, Zelensky Berpesan Aksi Rusia Perangi Ukraina Harus Dihentikan
Kementerian Luar Negeri Polandia menyampaikan, serangan terjadi di Desa Przewodow yang berdekatan dengan Ukraina.
Duta Besar Rusia untuk Polandia telah dipanggil oleh Kemenlu Polandia dan menyatakan Moskow sama sekali tak terlibat dalam serangan misil tersebut.
Morawiecki mengonfirmasi bahwa dua korban yang tewas adalah warga negara Polandia.
Presiden Polandia Andrzej Duda menyatakan saat ini sangat mungkin negara-negara NATO bergerak menindak pelaku penembakan misil.
Duda sendiri mengiyakan tidak ada bukti jelas siapa yang menembakkan misil tersebut.
Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan kepada NATO adalah eskalasi konflik Rusia-Ukraina yang perlu ditindak tegas.
Kendati demikian, juru bicara Kementerian Pertahanan AS, Brigjen Patrick Ryder menyatakan tidak ada informasi siapa yang melakukan serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, serangan itu ditujukan untuk memprovokasi dan meningkatkan tensi konflik.
Baca juga: Temui Xi Jinping Jelang KTT G20, Biden Inisiatif Memulai Diskusi Bahas Konflik Rusia-Ukraina

Sebelumnya diberitakan, Perdana Menteri India, Narendra Modi menyerukan adanya gencatan senjata dan diplomasi untuk mengatasi konflik di Ukraina.
Seruan ini disampaikan oleh Narendra Modi saat berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia, pada Selasa (15/11/2022).
Dikutip TribunWow dari bbc, Narendra Modi membahas hal ini ketika KTT G20 mendiskusikan topik ketahanan pangan dan energi.
Awalnya Modi menjelaskan bagaimana rantai suplai dunia porak poranda karena beragam faktor, mulai dari perubahan iklim, pandemi Covid-19, dan perang yang berlangsung di Ukraina.