Konflik Rusia Vs Ukraina
Dielukan Warga, Presiden Ukraina Zelensky Kunjungi Kherson yang Berhasil Dibebaskan dari Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi wilayah Kherson yang baru saja dibebaskan dari penjajahan Rusia.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Orang dewasa dan anak-anak, beberapa mendorong kereta bayi, juga berkumpul di alun-alun di depan gedung administrasi yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Rusia.
Beberapa orang mengibarkan bendera Ukraina dan yang lain mengibarkan bendera di bahu mereka.
Menurut Zelensky, sangat penting baginya untuk meluangkan waktu mengunjungi Kherson.
Hal ini dapat menunjukkan dukungan bagi penduduk yang mengalami sekitar delapan bulan pendudukan Rusia dan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka sudah menjadi bagian Ukraina.
Ditanya oleh wartawan soal rencana pasukan Ukraina mungkin maju selanjutnya, Zelensky hanya berkata: "Bukan Moskow … Kami tidak tertarik dengan wilayah negara lain."
Di saluran Telegram resminya, Zelensky memposting serangkaian gambar dari perjalanan tersebut, disertai dengan pesan sederhana "Kherson – Ukraina " dan "Pahlawan kami."
Baca juga: Disebut Berusaha Hapus Budaya Ukraina, Rusia Jarah Karya Seni Berharga di Museum Kherson
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
400 Kasus Kejahatan Perang di Kherson
Ratusan kasus kejahatan perang disebut ditemukan di wilayah Kherson yang belum lama ini ditinggalkan oleh pasukan militer Rusia.
Klaim ini disampaikan oleh pemerintah Ukraina.
Dikutip TribunWow dari bbc, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa aparat berwenang menemukan lebih dari 400 kasus kejahatan perang di Kherson.
Baca juga: Jokowi Tanggapi soal Aksi Delegasi Rusia hingga AS Saling Walk Out dalam Pertemuan G20
Zelensky juga menyatakan ditemukan mayat warga sipil dan tentara.
"Di wilayah Kherson, tentara Rusia meninggalkan kekejaman yang sama seperti di wilayah lain di negara kita, di mana mereka bisa masuk," ungkap Zelensky.
"Tanpa rasa ragu, kami akan menemukan dan mengadili setiap pembunuh," tegasnya.
Diketahui, Kherson adalah satu-satunya kota besar yang berhasil dikuasai oleh pasukan militer Rusia semenjak agresi dilakukan pada Februari 2022 lalu.