Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Disebut Berusaha Hapus Budaya Ukraina, Rusia Jarah Karya Seni Berharga di Museum Kherson

Sejumlah karya seni berharga di museum Kherson diangkut oleh tentara Rusia yang mundur dari kota.

Tayang:
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Kristina Fedorovich (CC BY-SA 4.0)
Museum Seni Oleksii Shovkunenko di ibu kota wilayah Kherson, Ukraina. Pihak museum mengklaim pasukan Rusia telah mengambil sejumlah karya lukisan dan mengangkutnya ke wilayah yang dikuasai, Kamis (10/11/2022). 

Dilansir TribunWow.com, tentara Rusian diinstruksinya meninggalkan satu-satunya ibukota regional Ukraina yang telah direbut sejak meluncurkan invasi awal tahun ini.

Pengumuman penarikan itu dibuat oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Jenderal Sergei Surovikin, komandan pasukan Rusia di Ukraina.

Baca juga: Rusia Mengaku Sudah Tarik Mundur Pasukan di Kherson, Ukraina Justru Makin Waspada, Mengapa?

Seperti dikutip The Moscow Times, Kamis (10/11/2022), Surovikin mengatakan keputusan sulit itu diambil demi menyelamatkan nyawa pasukan.

"Keputusan untuk mempertahankan pasukan di tepi kiri Dnipro tidak mudah, tetapi pada saat yang sama kami akan menyelamatkan nyawa personel militer kami dan kemampuan tempur pasukan kami," kata Surovikin dalam klip yang ditayangkan di televisi pemerintah.

"Kherson dan pemukiman yang berdekatan tidak dapat sepenuhnya disuplai atau tetap berfungsi. Nyawa orang terus-menerus dalam bahaya," tambahnya.

Namun tak lama setelah pengumuman itu, Kyiv mengklaim tidak ada tanda-tanda bahwa pasukan Rusia menarik diri dari Kherson.

"Kami tidak melihat tanda-tanda bahwa Rusia akan meninggalkan Kherson tanpa perlawanan," kicau penasihat presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak, menyarankan pengumuman itu bisa menjadi taktik dan menyebut perintah yang dibuat oleh Shoigu sebagai 'pernyataan TV yang dipentaskan'.

Keputusan Rusia untuk mundur dari Kherson ke tepi kiri sungai Dnipro datang setelah berbulan-bulan pertempuran sengit di daerah itu, dengan pasukan Ukraina mendapat kemenangan besar melawan pasukan Rusia.

Pasukan Ukraina telah maju merebut pemukiman Kalininskoye dan kota Snihurivka, timur laut kota Kherson, pada Rabu pagi, yang selanjutnya memberikan tekanan pada pasukan Rusia di sekitar ibukota regional.

Dalam beberapa bulan terakhir, posisi Rusia di sisi kanan Dnipro semakin rentan, karena pasukan Ukraina perlahan-lahan menurunkan jalur pasokan Rusia.

Mereka menguasai jembatan utama dan memaksa Moskow untuk mengandalkan sejumlah ponton dan penyeberangan feri.

Kondisi Kota Kherson, Ukraina pada Maret 2022. Tampak tentara Rusia berpatroli di dalam kota yang telah mereka kuasai tersebut.
Kondisi Kota Kherson, Ukraina pada Maret 2022. Tampak tentara Rusia berpatroli di dalam kota yang telah mereka kuasai tersebut. (YouTube The Guardian)

Baca juga: Pengakuan Warga Kherson yang Dikuasai Rusia, Ditakut-takuti Serangan Ukraina hingga Hidup Terasing

Menurut Dmitry Gorenburg, seorang ahli keamanan Rusia di think tank CNA yang berbasis di Virginia, pengumuman untuk menarik diri dari Kherson menggarisbawahi betapa masalah pasokan itu menghalangi pasukan Rusia.

"Saya pikir militer Rusia telah mencapai titik di mana kendala pasokan semakin mempengaruhi kemampuan mereka untuk berperang," kata Gorenburg.

Menurut Surovikin, penarikan sekitar 20.000 tentaranya dari sekitar sungai akan memungkinkan Rusia untuk mengkonsolidasikan garis pertahanannya.

Mereka berencana menggunakan jalur air yang luas, yang lebarnya lebih dari satu kilometer, untuk mempertahankan posisinya.

Halaman 2/3
Tags:
KhersonUkrainaRusiaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved