Breaking News:

Terkini Internasional

Media Asing Ulas Rencana Pindahnya IKN ke Nusantara, Sebut Jakarta Ditinggal untuk Diselamatkan

Wacana pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan menjadi sorotan media asing.

Nyoman Nuarta via Tribunnews.com
Desain Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Media asing soroti perlunya pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke IKN, Rabu (9/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Rencana pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan disorot oleh media asing Al Jazeera.

Diilansir TribunWow.com, dalam laporannya, Al Jazeera menyinggung buruknya kualitas kehidupan di Jakarta yang terlalu padat oleh penduduk.

Karenanya, pemerintah disebut mengucapkan selamat tinggal pada Jakarta dan berencana untuk pindah ke ibu kota negara (IKN) baru: Nusantara, agar bisa mengurangi beban Jakarta.

Baca juga: IKN hingga Infrastruktur, NasDem Buka Suara Nasib Program Jokowi jika Anies Jadi Presiden di 2024

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (9/11/2022), seperempat kota Jakarta disinyalir bisa berada di bawah air pada tahun 2050.

Curah hujan dan banjir yang semakin parah, naiknya permukaan air laut, dan penurunan tanah menjadikan Jakarta sebagai tempat yang menantang bagi lebih dari 10,5 juta orang untuk hidup.

Perubahan iklim tidak menyebabkan Jakarta tenggelam, selain karena karena penipisan air tanah yang tidak berkelanjutan yang mengakibatkan penurunan tanah, kota ini juga dibanjiri oleh naiknya permukaan laut, yang disebabkan oleh efek gas rumah kaca yang menghangatkan planet.

Menurut Edvin Aldrian, guru besar meteorologi dan klimatologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi BPPT Indonesia, apakah ibukota akan pindah atau tidak adalah pertanyaan besar bagi banyak orang.

"Membangun ibu kota baru mungkin juga hanya memindahkan masalah," kata Aldrian, yang juga mengajar di Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Udayana di Bali.

Pasalnya, perpindahan ini tidak akan menghentikan curah hujan dan banjir yang semakin ekstrem, baik di Jakarta maupun di Nusantara pada masa depan.

"Saya khawatir sudah banyak banjir di Kalimantan," imbuhnya.

Aldrian telah memperingatkan bahwa sekitar 40 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut dan bagian utara kota ini tenggelam dengan kecepatan 4,9 cm (hampir 2 inci) setiap tahun.

BANJIR JAKARTA - Sejumlah kendaraan terjebak banjir di Jalan Buncit Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak dini hari, membuat sejumlah jalanan di Ibukota terendam banjir. Salah satunya di Jalan Buncit Raya, akses jalan tersebut lumpuh.
BANJIR JAKARTA - Sejumlah kendaraan terjebak banjir di Jalan Buncit Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak dini hari, membuat sejumlah jalanan di Ibukota terendam banjir. Salah satunya di Jalan Buncit Raya, akses jalan tersebut lumpuh. (WARTA KOTA/WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Baca juga: Akui Tak Mudah Atasi Banjir Jakarta, Riza Patria: Anggaran 100 Triliun pun Tak Bisa Menyelesaikan

Apa yang menimpa Jakarta juga terjadi kota-kota besar lainnya di Asia Selatan dan Tenggara.

Menurut sebuah studi baru-baru ini yang dipimpin oleh Universitas Teknologi Nanyang Singapura, kota-kota pesisir tenggelam lebih cepat daripada di bagian lain dunia.

Pusat ekonomi Vietnam Kota Ho Chi Minh, Yangon Myanmar, kota pelabuhan Chittagong di Bangladesh, Tianjin di China, dan kota Ahmedabad di India adalah di antara kota-kota yang paling stabil di bawah beban populasi mereka dan pengaruh urbanisasi.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved