Konflik Rusia Vs Ukraina
Sinyal Ukraina Berhasil Desak Mundur Tentara Putin, Tak Ada Lagi Bendera Rusia Berkibar di Kherson
Ukraina diperkirakan telah berhasil menguasai wilayah Kherson yang sebelumnya direbut Rusia.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Dilansir TribunWow.com, hal ini menjadi pencapaian terbesar Ukraina sejak diinvasi Rusia yang diklaim masih akan terus bertambah.
Sementara itu, jembatan utama Krimea yang berhasil diledakkan menjadi pukulan besar bagi invasi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca juga: Tunawisma hingga Pekerja Migran Rusia Dilaporkan Dijemput Paksa Polisi dan Dikirim ke Ukraina
Dilaporkan The Sun, Jumat (14/10/2022), para pejabat Ukraina mengatakan pasukannya telah membebaskan lebih dari 600 pemukiman pendudukan pada bulan lalu, termasuk 75 di wilayah strategis di Kherson.
Kementerian Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara mengatakan bahwa sekitar 502 kota yang dibebaskan berada di wilayah timur laut Kharkiv, di mana pasukan maju jauh ke garis perbatasan Rusia sejak bulan lalu.
Sedangkan 43 kota lainnya dibebaskan di wilayah Donetsk dan tujuh di Luhansk.
"Wilayah wilayah Ukraina yang dibebaskan telah meningkat secara signifikan," terang Kementerian Ukraina dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Berhasil Rebut Lyman dari Rusia, Tentara Ukraina Sebut Pasukan Putin Seperti Tak Niat Bertahan
Empat wilayah Ukraina dianeksasi bulan lalu setelah Putin secara resmi menandatangani dekrit yang menyatakan Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia sebagai wilayah Rusia menyusul serangkaian referendum palsu.
Namun kini, pejabat lokal meminta warga sipil untuk melarikan diri dari Kherson lantaran pasukan Ukraina hanya berjarak 12 mil dari reklamasi kota.
Kepala wilayah yang dilantik di Moskow, Vladimir Saldo telah meminta Rusia untuk membantu mengevakuasi penduduk dari seluruh wilayah.
Dan pada Jumat (14/10/2022), seorang pejabat Ukraina mengklaim bahwa Kyiv bisa merebut kembali Kherson paling cepat minggu depan.
"Kami memahami bahwa tidak ada evakuasi, ini tidak lebih dari deportasi yang diminta Saldo," kata pejabat daerah Serhiy Khlan.
"'Evakuasi' yang diumumkan oleh Saldo ini adalah evakuasi bagi para kolaborator dan pengkhianat di wilayah tersebut, mereka ingin membawa para kolaborator ini ke Rusia."
Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Valerii Zaluzhnyi mengatakan pada hari Jumat bahwa Ukraina bertekad untuk terus maju karena mereka akan merebut kembali apa yang menjadi milik mereka.
"Dalam pertempuran sengit dan di bawah siraman baja peluru Rusia, kami mempertahankan setiap bagian tanah kami. Kami telah menghentikan invasi musuh dan membatalkan mitos tak terkalahkan tentara Rusia," tulis Zaluzhnyi.
"Dan sekarang kami merebut kembali apa yang menjadi milik kami. Tidak ada seorang pun dan tidak ada yang bisa menghentikan kami."(TribunWow.com/Via)