Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sinyal Ukraina Berhasil Desak Mundur Tentara Putin, Tak Ada Lagi Bendera Rusia Berkibar di Kherson

Ukraina diperkirakan telah berhasil menguasai wilayah Kherson yang sebelumnya direbut Rusia.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Telegram/ SobolevskyiYurii
Potret terabru kantor administratif di Kherson, Ukraina yang terlihat sepi tanpa adanya kegiatan, tampak bendera Rusia juga sudah tidak dipasang di puncak bangunan, Kamis (3/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Bendera Rusia yang tergantung di depan pemerintahan regional di wilayah Kherson dilaporkan telah diturunkan.

Dilansir TribunWow.com, hal ini menadakan bahwa wilayah yang dulunya direbut Rusia itu telah berhasil dikuasai kembali oleh Ukraina.

Kabar ini disampaikan sebuah saluran Telegram pro-Rusia yang memperlihatkan kondisi gedung pemerintahan tersebut.

Baca juga: Bos Tentara Bayaran Rusia Grup Wagner Miliki Kuasa Setingkat Menteri hingga Mampu Pengaruhi Putin

"Saya berkendara ke gedung bekas pemerintahan wilayah Kherson. Saya mengonfirmasi bahwa tidak ada bendera (Rusia) di atasnya," ucap koresponden perang pro-Kremlin Alexander Kots di saluran Telegramnya, dikutip The Moscow Times, Kamis (3/11/2022).

Pemerintahan Kherson yang ditempatkan di Rusia telah mengevakuasi puluhan ribu warga sipil ke tepi kiri Sungai Dnipro di tengah desakan serangan balasan Ukraina.

Penurunan bendera Rusia tersebut adalah indikasi pertama bahwa militer Rusia mungkin bersiap untuk meninggalkan kota Kherson, satu-satunya ibu kota regional yang telah direbut Moskow dalam invasi delapan bulannya.

Kirill Stremousov, wakil kepala pemerintahan Kherson yang ditempatkan di Moskow, memperingatkan bahwa pasukan Rusia akan bergerak ke tepi kiri Sungai Dnipro dalam beberapa hari mendatang.

"Kemungkinan besar, unit kami, pasukan kami akan pergi ke bagian tepi kiri wilayah Kherson," kata Stremousov kepada televisi pemerintah Rusia.

Pasukan militer Rusia mencapai Kota Kherson, Ukraina, Rabu (2/3/2022).
Pasukan militer Rusia mencapai Kota Kherson, Ukraina, Rabu (2/3/2022). (Sergei Malgavko / TASS)

Baca juga: PBB Mulai Investigasi Dugaan Penggunaan Bom Kotor oleh Ukraina untuk Buktikan Tudingan Rusia

Setelah merebut kota Kherson hanya beberapa hari setelah invasi, posisi Rusia di utara sungai menjadi semakin rentan dalam beberapa bulan terakhir.

Pasalnya, pasukan Ukraina secara strategis menargetkan jembatan utama di atas jalur air raksasa, dan mencekik jalur pasokan Rusia ke kota.

Sebuah rekaman yang diambil hari Rabu (2/11/2022), tampaknya menunjukkan enam serangan artileri Ukraina, kemungkinan dilakukan oleh sistem HIMARS yang dipasok AS.

Serangan itu menghancurkan jembatan ponton buatan Rusia yang paralel dengan Jembatan Antonivsky 10 kilometer timur kota Kherson, yang selanjutnya memutus jalur pasokan Rusia.

Disinyalir perebutan kembali kota Kherson, yang sebagian besar tetap utuh meskipun pertempuran di seluruh wilayah, akan menjadi kemenangan besar bagi Kyiv.

Baca juga: Wikipedia Didenda Rusia Rp 509 Juta Buntut Terbitkan 2 Artikel terkait Invasi ke Ukraina

Target Ukraina Kuasai Kherson

Serangan balasan Ukraina telah membebaskan lebih dari 600 kota dalam sebulan terakhir.

Dilansir TribunWow.com, hal ini menjadi pencapaian terbesar Ukraina sejak diinvasi Rusia yang diklaim masih akan terus bertambah.

Sementara itu, jembatan utama Krimea yang berhasil diledakkan menjadi pukulan besar bagi invasi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga: Tunawisma hingga Pekerja Migran Rusia Dilaporkan Dijemput Paksa Polisi dan Dikirim ke Ukraina

Dilaporkan The Sun, Jumat (14/10/2022), para pejabat Ukraina mengatakan pasukannya telah membebaskan lebih dari 600 pemukiman pendudukan pada bulan lalu, termasuk 75 di wilayah strategis di Kherson.

Kementerian Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara mengatakan bahwa sekitar 502 kota yang dibebaskan berada di wilayah timur laut Kharkiv, di mana pasukan maju jauh ke garis perbatasan Rusia sejak bulan lalu.

Sedangkan 43 kota lainnya dibebaskan di wilayah Donetsk dan tujuh di Luhansk.

"Wilayah wilayah Ukraina yang dibebaskan telah meningkat secara signifikan," terang Kementerian Ukraina dalam sebuah pernyataan.

Seorang tentara Ukraina menceritakan bagaimana pasukan militer Rusia tidak melakukan perlawanan di Kota Lyman.
Seorang tentara Ukraina menceritakan bagaimana pasukan militer Rusia tidak melakukan perlawanan di Kota Lyman. (skynews)

Baca juga: Berhasil Rebut Lyman dari Rusia, Tentara Ukraina Sebut Pasukan Putin Seperti Tak Niat Bertahan

Empat wilayah Ukraina dianeksasi bulan lalu setelah Putin secara resmi menandatangani dekrit yang menyatakan Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia sebagai wilayah Rusia menyusul serangkaian referendum palsu.

Namun kini, pejabat lokal meminta warga sipil untuk melarikan diri dari Kherson lantaran pasukan Ukraina hanya berjarak 12 mil dari reklamasi kota.

Kepala wilayah yang dilantik di Moskow, Vladimir Saldo telah meminta Rusia untuk membantu mengevakuasi penduduk dari seluruh wilayah.

Dan pada Jumat (14/10/2022), seorang pejabat Ukraina mengklaim bahwa Kyiv bisa merebut kembali Kherson paling cepat minggu depan.

"Kami memahami bahwa tidak ada evakuasi, ini tidak lebih dari deportasi yang diminta Saldo," kata pejabat daerah Serhiy Khlan.

"'Evakuasi' yang diumumkan oleh Saldo ini adalah evakuasi bagi para kolaborator dan pengkhianat di wilayah tersebut, mereka ingin membawa para kolaborator ini ke Rusia."

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Valerii Zaluzhnyi mengatakan pada hari Jumat bahwa Ukraina bertekad untuk terus maju karena mereka akan merebut kembali apa yang menjadi milik mereka.

"Dalam pertempuran sengit dan di bawah siraman baja peluru Rusia, kami mempertahankan setiap bagian tanah kami. Kami telah menghentikan invasi musuh dan membatalkan mitos tak terkalahkan tentara Rusia," tulis Zaluzhnyi.

"Dan sekarang kami merebut kembali apa yang menjadi milik kami. Tidak ada seorang pun dan tidak ada yang bisa menghentikan kami."(TribunWow.com/Via)

Berita terkait lainnya

Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyKherson
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved