Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Wikipedia Didenda Rusia Rp 509 Juta Buntut Terbitkan 2 Artikel terkait Invasi ke Ukraina

Rusia mendenda Wikipedia akibat diterbitkannya artikel terkait invasi ke Ukraina.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Laman wikipedia.org
Ilustrasi Wikipedia. Terbaru, Rusia mendenda Wikipedia hingga ratusan juta rupiah, Selasa (2/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pengadilan Rusia menjatuhkan denda pada Wikipedia sebesar 2 juta rubel (Rp 509 juta) pada Selasa (1/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, penuntutan tersebut dilakukan atas artikel yang berkaitan dengan serangan Rusia di Ukraina.

Rupanya, hal ini bukan yang pertama kalinya, di mana pengadilan Rusia sempat pula menuntut Google karena alasan serupa.

Baca juga: Tahanan Politik Putin Sarankan Inggris Tampung Warga Rusia yang Kabur, Ini Alasannya

Dilaporkan The Moscow Times, sebuah kelompok yang mendukung proyek oleh pemilik Wikipedia, Wikimedia, mengatakan pihaknya didenda oleh pengadilan distrik Tagansky, Moskow.

Pasalnya, mereka menolak menghapus dua artikel yang terkait dengan intervensi militer Rusia di Ukraina.

Vladimir Medeiko, direktur Wikimedia RU yang berbasis di Moskow, mengatakan akan ada pengajuan bandit terkait putusan itu.

Ia menegaskan bahwa artikel terkait tetap tidak akan dihapus apa pun yang terjadi.

"Saya tidak berpikir Wikimedia Foundation akan membayar denda," kata Medeiko.

Pada awal tahun ini, pihak berwenang Rusia juga sempat mengatakan bahwa Wikimedia harus membayar denda senilai 5 juta rubel (Rp 1,2 miliar) untuk sejumlah pelanggaran serupa.

Diketahui, keputusan Presiden Vladimir Putin untuk mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari disertai tindakan keras terhadap kebebasan berbicara dan media di negara itu dan memicu eksodus jurnalis independen Rusia.

Kritik terhadap intervensi militer Rusia di Ukraina pada dasarnya telah dilarang di negara itu.

Seluruh pihak juga dilarang menggambarkan operasi militer itu sebagai "perang" dan atau "invasi".

Pihak berwenang Rusia telah menampar perusahaan-perusahaan Barat termasuk Google dan Telegram dengan denda besar-besaran atas konten terkait Ukraina.

Pada bulan Juli, pengadilan Moskow mendenda Google sebesar 21 miliar rubel (Rp 5,3 triliun) karena menolak menghapus konten terkait intervensi militer Rusia di Ukraina.

Di sisi lain, Google's Threat Analysis Group (Kelompok analisis ancaman milik Google) sempat melaporkan adanya usaha peretasan ke jaringan NATO.

Halaman 1/4
Tags:
WikipediaKonflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyGoogle
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved