Breaking News:

Tragedi Pesta Halloween Itaewon

Pemerintah Korsel Sebut Tragedi Halloween di Itaewon Tidak Bisa Dicegah oleh Penjagaan Polisi

Pemerintah Korea Selatan menyebut tragedi di Itaewon tidak bisa dihindari meskipun banyak polisi yang dikerahkan.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Youtube the strait times
Penampakan ambulans dan damkar memenuhi area Itaewon seusai ratusan orang tewas akibat desak-desakkan dan terinjak-injak, Sabtu (29/10/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Berdasarkan update informasi terbaru, total ada 154 orang yang tewas berdesak-desakkan dan tertindih dalam tragedi malam Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada Sabtu (29/10/2022).

Selain 154 korban tewas, terdapat 133 orang mengalami luka-luka.

Dikutip TribunWow dari koreaherald, pemerintah Korsel menyebut insiden di Itaewon tidak bisa dicegah.

Baca juga: Lebih dari 1 Jam Seorang Pria di Itaewon Berusaha Tarik Pacarnya yang Tertindih Kerumunan

Diketahui pesta Halloween di Itaewon adalah acara rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya.

Banyak orang berkumpul di sana menggunakan kostum untuk memeriahkan Halloween.

Terkait insiden ini, muncul banyak pertanyaan di publik khususnya tentang peran pemerintah Korsel dalam mengatur kerumunan massa.

Menteri Dalam Negeri Korsel, Lee Sang-min mengklaim tragedi tersebut tidak dapat dicegah dengan menambahkan personil polisi untuk berjaga di sana.

Di sisi lain, seorang profesor di bidang polisi dan departemen pemadam kebakaran, Yeom Gun-Woong menjelaskan sulit mencari orang yang bertanggung jawab atas insiden ini karena acara Halloween di Itaewon digelar tanpa adanya panitia.

Yeom menjelaskan bahwa masyarakat yang datang ke Itaewon pergi atas keinginan mereka sendiri untuk merayakan Halloween.

"Ketika petugas penyelamat tiba di tempat kejadian, jumlah korban lebih parah dari yang diperkirakan. Pihak berwenang harus memobilisasi ambulans dan petugas penyelamat di seluruh wilayah Seoul," ujar Yeom.

Baca juga: Berkaca dari Tragedi Halloween di Itaewon, Ini 4 Langkah untuk Selamatkan Diri dari Kerumunan Massa

Penampakan di Itaewon seusai terjadinya tragedi terinjak-injak, Sabtu (29/10/2022). Terlihat banyak orang berusaha menyelamatkan para korban menggunakan teknik CPR.
Penampakan di Itaewon seusai terjadinya tragedi terinjak-injak, Sabtu (29/10/2022). Terlihat banyak orang berusaha menyelamatkan para korban menggunakan teknik CPR. (Youtube the strait times)

Kesaksian Korban Selamat

Dikutip TribunWow dari koreatimes, ada korban selamat yang menyebut para pemilik bisnis di Itaewon semakin memperparah tragedi tersebut.

Seorang koran selamat yang namanya dirahasiakan berbicara lewat akun media sosialnya bagaimana orang jatuh satu per satu seperti domino mulai dari gang yang berada di bukit hingga akhirnya ke bawah.

Seorang wanita berusia 20an tahun yang selamat dari tragedi tersebut menjelaskan kericuhan terjadi ketika orang berbondong-bondong meneuhi gang sempit dalam waktu yang cepat.

"Orang pendek seperti saya tidak bisa bernapas," ujarnya.

"Saya dapat selamat karena saya berada di pinggir gang," ungkapnya.

"Sepertinya orang yang berada di tengah adalah yang paling menderita."

Penampakan di Itaewon seusai terjadinya tragedi terinjak-injak, Sabtu (29/10/2022). Terlihat banyak orang berusaha menyelamatkan para korban menggunakan teknik CPR.
Penampakan di Itaewon seusai terjadinya tragedi terinjak-injak, Sabtu (29/10/2022). Terlihat banyak orang berusaha menyelamatkan para korban menggunakan teknik CPR. (Youtube the strait times)

Seorang korban selamat yang ingin namanya dirahasiakan menjelaskan bagaimana para pemilik bar sengaja mengusir warga yang mencoba mencari perlindungan.

"Sepertinya korban lebih parah karena orang-orang yang berusaha melarikan diri ke toko-toko terdekat justru diusir kembali ke jalan karena jam kerja sudah berakhir," ungkap sumber.

Dikutip TribunWow dari Kompastv, menurut penjelasan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto, Itaewon terkenal menjadi tempat berkumpul remaja dan anak-anak muda berusia 20-30 tahun.

Para remaja tersebut biasa berkumpul tiap malam untuk sekadar nongkrong hingga makan dan minum-minum.

Gandi menceritakan, daerah Itaewon selalu ramai bahkan di hari biasa.

"Menurut catatan semalam pada saat peringatan Halloween, ada 300 ribu orang di sana," ujar Gandi, Minggu (30/10/2022).

"Dan perlu diketahui, Itaewon ini daerahnya tidak terlalu luas."

"Restoran dan bar itu berada di tempat-tempat gang yang sempit," ungkap Gandi.

Dikutip TribunWow dari koreatimes.co.kr, mayoritas korban tagedi di Itaewon diketahui berusia 20an tahun.

Insiden ini terjadi pada Sabtu (29/10/2022) malam ketika ratusan orang berbondong-bondong mendatangi Itaewon yang terkenal sebagai distrik tempat hiburan malam.

Pada video yang beredar tampak aparat berwenang melakukan pertolongan CPR kepada para korban yang berjatuhan.

Terkait insiden ini, Presiden Korsel Yoon Suk-yeol menyatakan telah memberikan instruksi kepada otoritas berwenang untuk melakukan investigasi mendalam.

Dalam insiden di Itaewon, total ada 848 aparat termasuk 346 pemadam kebakaran dikerahkan ke Itaewon.

Sementara ini pihak kepolisian tengah melakukan investigasi terhadap bar dan klub malam di Itaewon apakah mematuhi aturan keamanan yang berlaku atau tidak. (TribunWow.com/Anung)

Berita lain terkait

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Korea SelatanItaewonHalloweenSeoulPolisi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved