Polisi Tembak Polisi
Bertanya-tanya Kesalahan Brigadir J, Samuel Tak Sangka Putri Candrawathi Terlibat: Kok Sesadis Ini?
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat mengaku tak menyangka Putri Candrawathi terlibat langsung dalam pembunuhan anaknya.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Padahal sebagai Kadiv Propam Polri pada saat itu, Ferdy Sambo seharusnya mudah saja menjebloskan Brigadir J ke penjara jika memang bersalah.
"Ada apa kesalahan anak saya ini? Seandainya salah, kenapa tidak dilaporkan ke polisi? Kenapa harus disiksa? Kenapa main hakim sendiri?," tanya Samuel.
"Setahu saya dia kan seorang Irjen, bintang dua, tahu hukum, polisinya polisi, ya laporkan saja ke polisi. Kok main hukum rimba jaman dulu, padahal dia jenderal."
Baca juga: Ancam Ungkap Aib Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Pengacara Brigadir J: Siapa Tahu Kena AIDS
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 10.05:
Pakar Mengupas Keterlibatan Putri Candrawathi
Meski berstatus tersangka, peran Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih menjadi tanda tanya.
Dilansir TribunWow.com, pakar psikologi forensik Reza Indragiri menilai ada tiga peran yang bisa dimainkan dalam kasus ini.
Ia pun membeberkan analisa posisi istri Irjen Ferdy Sambo tersebut dalam konstruksi kasus.
Baca juga: CCTV Ditemukan, Putri Candrawathi Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Diduga Lakukan Hal Ini
Sebagaimana diketahui, Putri dipersangkakan dengan pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.
Namun, belum dijelaskan tindakan yang dilakukan Putri sehingga statusnya kini berubah.
"Mari kita asumsikan ini sebagai dugaan tindak pembunuhan yang dilakukan secara berkelompok. Pertanyaannya adalah Ibu PC perannya di mana?," kata Reza.
Menurut Reza, melihat dari konstruksi kasus, tindakan kejahatan ini dilakukan secara berkelompok dan bisa dibedakan dalam tiga cluster.
Cluster pertama adalah mastermind atau orang yang memiliki inisiatif untuk melakukan pembunuhan Brigadir J.
"Kalau kita bicara tentang kejahatan yang dilakukan berkelompok lazimnya ada tiga cluster, yang pertama adalah mastermind, orang yang punya perencanaan, menyusun skenario tahap demi tahap," tutur Reza.
"Orang yang punya inisiatif awal melakukan kejahatan tersebut disebut mastermind."

Baca juga: Kamaruddin Pengacara Brigadir J Bersedia Adopsi Anak Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Mengapa?