Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

PM Inggris Diganti, Rusia Kehilangan Harapan untuk Berbaikan dengan London di Tengah Konflik Ukraina

Rusia mengklaim tidak ada harapan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan Inggris di bawah Perdana Menteri mereka yang baru, Rishi Sunak.

AFP
Rishi Sunak, Perdana Menteri Inggris yang diangkat untuk menggantikan Liz Truss pada Senin (24/10/2022). Tanggapan Rusia atas Perdana Menteri Baru Inggris, Rabu (26/10/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Rusia mengklaim tidak ada harapan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan Inggris di bawah Perdana Menteri mereka yang baru, Rishi Sunak.

Dilansir TribunWow.com, Rishi Sunak sendiri telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan langkah pendahulunya, Liz Truss dan Boris Johnson.

Langkah yang dimaksud adalah status Inggris sebagai rekanan bahkan penyokong Ukraina yang sedang diinvasi Rusia.

Baca juga: PM Inggris Disindir Menterinya karena Berandai Putin Jadi Wanita: Tidak Membantu

Dikutip The Moscow Times, Rabu (26/10/2022), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membeberkan pernyataan tersebut dalam pengarahan hariannya.

"Saat ini, kami tidak melihat prasyarat, alasan, atau harapan bahwa di masa mendatang akan ada perubahan positif dalam hubungan antara Inggris dan Rusia," kata Peskov.

"Rusia mempertahankan keterbukaan dan kesiapannya untuk membahas masalah yang paling sulit di meja perundingan. Tetapi tidak merugikan kepentingannya sendiri," imbuhnya.

Setelah pengunduran diri Truss, Moskow mengatakan bahwa mereka tidak mengharapkan kebijaksanaan politik dari Inggris atau sekutu Baratnya.

"Kami tidak dapat mengharapkan wawasan atau kebijaksanaan politik dari siapa pun di Barat sekarang, terutama dari Inggris Raya, di mana kepala eksekutif saat ini tidak dipilih oleh rakyat," ujar Peskov.

Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov.
Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov. (AFP)

Baca juga: Rusia Terbukti Pakai Foto Lawas dan Film saat Sebar Tudingan Ukraina Pakai Bom Kotor

Sebagaimana diketahui, Sunak pada Senin (24/10/2022), dinobatkan menjadi perdana menteri Inggris ketiga tahun ini menyusul pengunduran diri Boris Johnson pada Juli dan Liz Truss awal bulan ini.

Adapun hubungan antara Rusia dan Inggris, yang sudah tegang karena serangkaian masalah, semakin memburuk sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.

London telah menjadi sekutu kunci Kyiv dalam perang delapan bulan, memberikan 2,3 miliar pound (Rp 41 triliun) bantuan militer pada tahun 2022.

Musim panas ini, Sunak bersumpah untuk meningkatkan dukungan ke Ukraina bahkan lebih besar dari yang diberikan Boris Johnson jika ia menjadi perdana menteri.

"Menggandakan upaya kami dan memperkuat kebijakan dukungan total kami untuk Ukraina yang telah dipimpin Boris dengan sangat baik," kata Sunak.

Berbicara di luar 10 Downing Street pada hari Selasa, Sunak menyebut konflik itu sebagai perang yang mengerikan yang harus diawasi dengan sukses sampai selesai.

Baca juga: Disebut Lakukan Genosida, Putin Paksa Etnis Minoritas Rusia untuk Jadi Umpan Meriam di Ukraina

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved