Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pakar Nilai Rusia Berusaha Tarik Simpati Umat Beragama agar Termotivasi Ikut Perang di Ukraina

Ahli menilai Rusia berusaha menarik simpati umat muslim dan kristiani agar terdorong ikut berperang di Ukraina.

YouTube The Telegraph
Potret Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov bersama anak dan pasukannya militernya yang mayoritas adalah umat muslim yang pro akan Presiden Rusia Vladimir Putin. 

TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini pejabat pemerintahan Rusia melibatkan isu agama ke dalam konflik di Ukraina.

Langkah pejabat pemerintah Rusia ini kemudian menjadi sorotan pakar peperangan.

Dikutip TribunWow dari skynews, Institut Studi Perang atau Institute the Study of War (ISW) menilai Rusia berusaha menarik simpati umat muslim dan kristiani ke dalam konflik di Ukraina.

Baca juga: Disebut Lakukan Genosida, Putin Paksa Etnis Minoritas Rusia untuk Jadi Umpan Meriam di Ukraina

ISW mengatakan, Rusia berusaha sedemikian rupa untuk memaksimalkan perekrutan etnis dan penganut agama minoritas untuk berperang di Ukraina.

Maka dari itu Rusia berusaha untuk tidak terlalu memasukkan nilai-nilai kristiani.

"Menganjurkan perang atas dasar agama tetapi tidak secara terang-terangan Kristen," ungkap ISW.

Seperti yang diketahui, pernyataan kontroversial disuarakan oleh seorang pejabat pemerintahan Rusia dalam pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Selasa (25/10/2022).

Dalam pertemuan tersebut seorang pejabat menyatakan Rusia harus mengusir setan di Ukraina sesegera mungkin.

Dikutip TribunWow dari skynews, pernyataan ini disampaikan oleh Aleksey Pavlov selaku asisten sekretaris Dewan Keamanan Rusia.

Pavlov menyebut penduduk Ukraina telah meninggalkan nilai-nilai agama Ortodoks.

Pavlov juga mengungkit munculnya ratusan sekte di Ukraina.

"Saya percaya bahwa dengan berlanjutnya operasi militer khusus, desatanisasi (pengusiran setan) Ukraina menjadi semakin mendesak," ujar Pavlov.

Pavlov juga menjelaskan bahwa masyarakat di Ukraina saat ini berusaha menelantarkan nilai-nilai yang dijunjung oleh Kristen Ortodoks, Yahudi, dan Islam.

Sejak awal terjadinya invasi, Rusia beberapa kali mengklaim akan menghancurkan fasisme di Ukraina dan mengembalikan nilai-nilai tradisional ke Ukraina.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved