Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Jadi Tersangka, Ketua Panpel Arema Abdul Haris Menangis Kehilangan Ponakan Buntut Tragedi Kanjuruhan

Panitia Pelaksana Arema menangis mengungkapkan penyesalan atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tribun Jatim Network/Dya Ayu
Dengan berlinang air mata, Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris yang didampingi kuasa hukumnya dan Manajer Arema FC meminta maaf pada semua korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Jumat (7/10/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris menyampaikan permintaan maaf setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022).

Dilansir TribunWow.com, Abdul Haris menangis menyesali bencana kemanusiaan yang menewaskan 131 orang tersebut.

Ternyata, Abdul Haris sendiri juga kehilangan keponakannya yang turut menjadi korban jiwa saat menonton laga Arema FC versus Persebaya tersebut.

Baca juga: Disambut Tepuk Tangan Aremania, Mahfud MD Sindir PSSI soal Tragedi Kanjuruhan

Dalam konferensi persi di Kantor Arema FC, Jumat (7/10/2022), Abdul Haris meminta maaf kepada seluruh suporter, korban luka dan keluarga korban sembari meneteskan air mata.

Baru diketahui kemudian bahwa Abdul Haris sendiri juga kehilangan anggota keluarga yang masih berusia belia dalam tragedi tersebut.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya, kami berdukacita, kami sangat berkabung atas meninggalnya adik-adikku, saudara-saudaraku, keponakanku yang SMP juga meninggal, yang tanpa dosa mereka meregang nyawa," ucap Abdul Haris dikutip dari Tribunnews.com.

Abdul Haris secara pribadi mengatakan tak ingin peristiwa nahas itu terjadi, namun ia siap bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya.

"Itu semua karena keterbatasan saya tidak bisa menangani menolong mereka, sehingga terjadi tragedi kemanusiaan," kata Abdul Harus.

"Sekali lagi saya mohon maaf pada keluarga korban dan kepada Aremania, seluruh penonton, suporter seluruh Indonesia, saya sebagai ketua panpel mohon maaf karena tidak bisa menyelamatkan dan melindungi mereka. Saya tidak mau kejadian itu, tapi tetap terjadi."

Suasana di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Suasana di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya. (KOMPAS.com/Suci Rahayu)

Baca juga: Mahfud MD Tak Tutupi Kemungkinan Adanya Suporter Jadi Tersangka di Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan

Menurut Abdul Haris, panitia pelaksana telah mewanti-wanti terkait penggunaan gas air mata kepada pihak kepolisian.

Mengingat Arema FC memiliki pengalaman pahit yang juga terjadi di Stadion Kanjuruhan pada 24 April 2018 lalu.

Serupa dengan kejadian 1 Oktober, ketika itu 214 orang mengalami luka akibat terinjak, dan 1 orang tewas setelah aparat menembakkan gas air mata.

"Saya sudah mengingatkan ketika rapat dengan Pak Kapolres bersama steward dengan jajaran di lapangan tenis Kepanjen," kata Abdul Haris.

Saya sampaikan mohon izin jangan sampai terjadi lagi 2018 penembakan gas air mata yang mengakibatkan korban sesak nafas dan matanya perih serta meninggal 1 orang."

"Mungkin saudara-saudara saudara masih ingat mungkin masih ada foto, Tolong jangan diulangi lagi sudah saya ingatkan."

Baca juga: Kapolri Umumkan Oknum Polisi Penembak Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, 20 Orang Terancam Disanksi

Para Pemain Arema FC Kena Mental

Para pemain Arema FC menjadi saksi tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022).

Pasalnya, para pemain Arema FC menyaksikan langsung korban tragedi Kanjuruhan berjatuhan di ruang ganti.

Tepatnya ketika pendukung Arema FC, yakni Aremania hilang kesadaran karena berdesak-desakan ditambah lagi gas air mata yang memberatkan korban.

Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, 127 orang meninggal, 2 di antaranya anggota polisi, Minggu (2/10/2022)
Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, 127 orang meninggal, 2 di antaranya anggota polisi, Minggu (2/10/2022) (SURYA/PURWANTO)

Baca juga: Tak Hanya Aremania yang Jadi Korban, 1 Bonek Ikut Meregang Nyawa pada Tragedi Arema FC Vs Persebaya

Banyak korban meninggal dunia saat berada di ruang ganti pemain Arema FC.

Wajar pemain Arema FC merasakan trauma yang mendalam atas tragedi yang merenggut 131 korban jiwa tersebut.

Dilansir TribunWow.com dari Bolasport.com pada Jumat (7/10/2022), Manajer Arema FC, Ali Rifki mengakui hal tersebut.

Ali Rifki berencana mengumpulkan pemain Arema FC untuk menanyakan kondisi mental masing-masing.

Kendati demikian, Ali Rifki ingin menyelesaikan urusan dengan keluarga korban tragedi Kanjuruhan terlebih dahulu.

"Nanti setelah kami (manajemen Arema FC) menangani keluarga korban," ucap Ali Rifki.

"Kami akan mengumpulkan seluruh tim dan akan kami tanyakan satu per satu," tambahnya,

"Akan kami bantu apabila terjadi apa-apa dengan mental mereka," jelasnya.

Baca juga: Sebagian Aremania Trauma Atas Tragedi Kanjuruhan, Mengaku Takut untuk Dukung Arema FC di Stadion

Ali Rifki mengaku sempat komunkasi dengan beberapa pemain Arema FC untuk memastikan mentalnya.

Ternyata beberapa pemain Arema FC mengalami syok akibat menyaksikan langsung korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan.

Kendati demikian, Ali Rifki salut karena beberapa pemain mau menyambangi keluarga korban dan mengesampingkan kondisi mentalnya.

"Tim hari ini, kemarin, saya video call, beberapa tetap berusaha untuk menjaga kondisi, mental," kata Ali Rifki.

"Mereka juga tertekan dengan tragedi kemarin, banyak yang shock, tetapi ada juga yang selalu turun ke keluarga korban," tambahnya.(TribunWow.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris Menangis Minta Maaf", dan "Jadi Tersangka, Ketua Panpel Arema vs Persebaya Buka Suara: Sudah Ingatkan Polisi Soal Gas Air Mata"

Baca juga berita lain terkait

Tags:
Stadion KanjuruhanAbdul HarisAremaTersangkaPanitia pelaksana
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved