Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Terancam Dikepung Tentara Ukraina, Rusia Tarik Mundur Pasukannya dari Donbass

Kemenhan Rusia menjelaskan mengapa menarik mundur pasukannya dari sebuah kota di Donbass.

YouTube CGTN
Tentara Rusia berjaga di pabrik baja Azovstal, Mariupol, 24 April 2022. Terbaru, ilustrasi tentara Rusia tarik mundur pasukannya. 

TRIBUNWOW.COM - Rusia lagi-lagi menarik mundur pasukan mereka dari wilayah Ukraina yang mereka kuasai.

Kali ini Rusia menarik mundur pasukannya yang berada di Kota Lyman, Donbass.

Dikutip TribunWow dari theguardian, mundurnya pasukan Rusia ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca juga: Rusia Disalahkan, 23 Orang di Ukraina Tewas akibat Serangan Misil saat Konvoi Bantuan Kemanusiaan

Dijelaskan mundurnya pasukan Rusia ini karena adanya risiko terancam dikepung oleh tentara Ukraina.

Sehingga diputuskan untuk mundur dan pindah ke posisi yang lebih menguntungkan.

Di Kota Lyman sendiri terdapat sekira 5 ribu tentara Rusia.

Ironisnya, mundurnya tentara Rusia dari Lyman terjadi satu hari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian yang melegalkan aneksasi empat wilayah Ukraina yang berhasil dikuasai Rusia.

Di sisi lain, juru bicara dari pasukan militer Ukraina menyatakan Kota Lyman adalah kunci bagi Ukraina untuk merebut kembali wilayah Donbass dari Rusia.

Sebagai informasi, Putin mengumumkan pencaplokan resmi empat wilayah Ukraina dalam sebuah upacara di Moskow, pada hari Jumat (30/9/2022).

Dilansir TribunWow.com, selain meresmikan pencaplokan empat provinsi Ukraina bersama empat gubernur yang ditunjuknya, Putin juga sempat menyampaikan pidato.

Ia menyinggung soal pesan untuk Kyiv, keberhasilan aneksasi Ukraina, hingga mengecam pihak Barat.

Baca juga: Zelensky Resmi Daftarkan Keanggotaan Ukraina ke NATO Buntut Pencaplokan 4 Wilayahnya oleh Rusia

Dilaporkan Al Jazeera, Jumat (30/9/2022), Putin dan para pemimpin dari empat wilayah menandatangani perjanjian penggabungan wilayah Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhia ke Rusia.

Langkah ini telah dikecam sebagai tindakan ilegal oleh Ukraina dan kekuatan Barat.

Pasalnya, Rusia mengadakan referendum sepihak di tengah perang di mana para penduduk empat wilayah tersebut diduga mendapatkan tekanan.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved