Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Terancam Dikepung Tentara Ukraina, Rusia Tarik Mundur Pasukannya dari Donbass

Kemenhan Rusia menjelaskan mengapa menarik mundur pasukannya dari sebuah kota di Donbass.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube CGTN
Tentara Rusia berjaga di pabrik baja Azovstal, Mariupol, 24 April 2022. Terbaru, ilustrasi tentara Rusia tarik mundur pasukannya. 

"Kami akan mempertahankan tanah kami dengan semua kekuatan dan sarana yang kami miliki," kata Putin.

"Medan perang yang takdir dan sejarah telah memanggil kita adalah medan perang bagi rakyat kita, untuk sejarah besar Rusia, untuk generasi mendatang, anak-anak, cucu, dan cicit kita."

Presiden Rusia Vladimir Putin saat acara parade hari kemenangan di Saint Petersburg, 9 Mei 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat acara parade hari kemenangan di Saint Petersburg, 9 Mei 2022. (Anton Novoderezhkin / SPUTNIK/AFP)

Baca juga: Kekuasaannya di Rusia Disebut Semakin Lemah, Beredar Rumor Putin Disesatkan Pejabat Senior Militer

Kemudian, Putin menegaskan pada pihak Ukraina dan rekanan Barat-nya bahwa 4 wilayah yang telah dicaplok akan menjadi kekuasan Rusia selamanya.

"Saya ingin pihak berwenang Kyiv dan tuan mereka yang sebenarnya di Barat mendengarkan saya sehingga mereka mengingat ini. Orang-orang yang tinggal di Luhansk dan Donetsk, Kherson dan Zaporizhia menjadi warga negara kami. Selama-lamanya," tegas Putin.

Untuk itu, ia mengimbau agar Ukraina menghentikan upaya untuk mempertahankan wilayahnya dan mengakhiri perseteruan di meja perundingan.

Namun, Putin bersikeras tak akan mengembalikan wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhia dan Kherson.

"Kami menyerukan kepada rezim Kyiv untuk segera mengakhiri permusuhan, mengakhiri perang yang mereka lakukan pada tahun 2014 dan kembali ke meja perundingan," ujar Putin.

"Kami siap untuk ini. Tapi kami tidak akan membahas pilihan orang-orang di Donetsk, Luhansk, Zaporizhia dan Kherson. Itu telah dibuat. Rusia tidak akan mengkhianati mereka."

Kemudian, Putin juga membahas sikap moral Barat menurut pandangannya.

Ia menilai Barat menggunakan rekanan-rekanan negara asing sebagai pijakan untuk menjadi kiblat dunia.

Menurut Putin, penindasan tersebut merupakan ciri bahwa Barat adalah penyembah Setan.

"Kediktatoran elit Barat ditujukan terhadap semua masyarakat, termasuk rakyat negara-negara Barat itu sendiri. Ini adalah tantangan bagi semua. Ini adalah penyangkalan total terhadap kemanusiaan, penggulingan iman dan nilai-nilai tradisional. Memang, penindasan kebebasan itu sendiri telah mengambil ciri-ciri agama Setanisme," pungkasnya.

Baca juga: Apa yang Terjadi jika Vladimir Putin Nekat Mengebom Ukraina dengan Nuklir Rusia? Ini Kata Para Ahli

5 Syarat Wajib untuk Perdamaian di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membahas kemungkinan negaranya berdamai dengan Rusia.

Zelensky menyebut ada lima syarat untuk solusi damai antara Ukraina dan Rusia.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyDonbass
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved