Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Minta Kapolri Usut Kerusuhan di Kanjuruhan, Jokowi Sorot Prosedur Pengamanan Pertandingan Sepak Bola

Presiden Jokowi mengumumkan akan memberhentikan sementara kompetisi sepak bola di Liga 1 hingga terjadi perbaikan di prosedur pengamanan.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Kolase YouTube Kompastv dan YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri hingga PSSI untuk mengevaluasi prosedur pengamanan pertandingan sepak bola seusai terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan hingga 129 orang pada Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan seluruh pertandingan di Liga 1 akan disetop hingga waktu yang tidak akan ditentukan.

Kebijakan ini disampaikan oleh Jokowi saat menyampaikan ucapan duka terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) yang menewaskan 187 orang seusai pertandingan antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya.

Dikutip TribunWow dari YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi dalam pesannya berkali-kali menyoroti soal prosedur pengamanan pertandingan.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Panitia Abaikan Saran Polri soal Laga Arema FC Vs Persebaya di Kanjuruhan

Pada keterangannya, awalnya Jokowi menyampaikan ucapan duka.

Kemudian Jokowi meminta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memonitor pelayanan medis terhadap korban tragedi Kanjuruhan.

Setelah berpesan kepada Menkes RI dan Gubernur Jatim, Jokowi turut mentipkan pesan kepada Menpora, Kapolri dan Ketum PSSI untuk mengevaluasi pertandingan dan prosedur pengamanan sepak bola.

"Khusus kepada Kapolri saya minta investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," tegas Jokowi, Minggu (2/10/2022).

Hingga ada perbaikan prosedur keamanan, Jokowi menyatakan Liga 1 akan dihentikan sementara.

"Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di Tanah Air," pungkas Jokowi.

Di sisi lain, Rezqi Wahyu adalah seorang penonton yang saat itu menyaksikan pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Dikutip TribunWow dari tribunnews, Rezqi yang merupakan seorang Aremania mengaku melihat langsung bagaimana tembakan gas air mata mengenai ibu-ibu hingga anak-anak yang kemudian menyebabkan kerusuhan para penonton berdesak-desakkan berebut keluar dari stadion.

Baca juga: Nasib Laga Persib Bandung Kontra Persija Imbas Kerusuhan Arema FC Vs Persebaya, Berikut Keputusannya

Rezqi yang membagikan kisah lewat medsos tak menampik awalnya ada sejumlah oknum suporter yang anarkis seusai pertandingan berakhir dengan kekalahan Arema.

Ia bercerita selain mengkritik para pemain, oknum Aremania ada juga yang melempar beragam benda ke arah lapangan.

Setelah para pemain masuk ke ruang ganti, Rezqi menyebut para suporter justru semakin rusuh.

"Pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para suporter, yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis, dipentung (dipukul) dengan tongkat panjang, 1 suporter dikeroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya," ungkap Rezqi.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Persebaya SurabayaArema FCKerusuhanStadion KanjuruhanLiga 1 2022Jokowi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved