Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Datangi Rumah Warga Ukraina 1 per 1 Pakai Senjata Lengkap, Ini Cara Tentara Rusia Gelar Referendum

Membawa senjata lengkap, tentara Rusia menghampiri satu per satu rumah warga Ukraina untuk mengumpulkan voting terkait referendum.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube ABC News
Pemerintah Rusia telah menggelar referendum di wilayah Ukraina yang saat ini mereka kuasai, September 2022. 

"Mereka (Rusia) kalah perang, dan mereka ingin melakukan sesuatu agar tidak kalah,” Oleg Ignatov, seorang analis Crisis Group yang berbasis di Moskow, mengatakan kepada Al Jazeera.

"Saya pikir masalah utamanya adalah mereka kekurangan personel di lapangan, mereka tidak memiliki cukup tentara untuk menyerang Ukraina, atau bahkan melindungi daerah yang diduduki. Mereka ingin menutup kesenjangan dengan Ukraina dan itulah mengapa mereka menyatakan mobilisasi."

Karena terdesaknya pasukan baru-baru ini, militer Rusia harus mencari tambahan tentara dari tempat lain.

Adapun menurut data Google Trends, beberapa jam sebelum pengumuman Putin, pertanyaan 'bagaimana meninggalkan Rusia' melonjak di mesin pencari, seperti halnya pertanyaan 'bagaimana mematahkan lengan sendiri'.

Bahkan, pada hari Rabu, semua penerbangan ke Istanbul dan hampir semua penerbangan ke Yerevan terjual habis.

Baca juga: Tuduh Pasukan Rusia Terobsesi Kebiri Korbannya, Zelensky Ungkit Kejahatan Perang di Ukraina

Putin Umumkan Wajib Militer

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan mobilisasi parsial di Rusia saat perang di Ukraina mencapai hampir tujuh bulan.

Dilansir TribunWow.com, Putin mengatakan dia telah menandatangani dekrit tentang mobilisasi parsial, yang akan dimulai pada Rabu (21/9/2022) malam.

Keputusan ini diumumkan sebagai tanggapan setelah pihak Ukraina berhasil menguasai kembali sebagian wilayah yang diduduki Rusia dan mengusir tentara Putin.

Baca juga: Rusia Disebut Takut Kalah, Penasihat Zelensky Soroti Siasat Putin Manipulasi Wilayah Ukraina

Dalam pidato yang disiarkan televisi negara, Putin mengatakan dia membela wilayah Rusia dan bahwa Barat ingin menghancurkan negara itu.

"Langkah mobilisasi akan dimulai hari ini, 21 September," kata Putin dikutip The Moscow Times, Rabu (21/9/2022).

"Kita berbicara tentang mobilisasi parsial, yaitu hanya warga negara yang saat ini berada di tentara cadangan yang akan dikenakan wajib militer, dan di atas semua itu, mereka yang bertugas di angkatan bersenjata memiliki spesialisasi militer tertentu dan pengalaman yang relevan,” katanya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi beberapa menit setelah Putin selesai berbicara, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa 300.000 tentara cadangan Rusia akan dipanggil untuk bertugas sebagai bagian dari mobilisasi parsial.

Putin membenarkan keputusan tersebut dengan menggambarkan pertempuran sengit untuk wilayah Donbas di Ukraina timur dan mengklaim bahwa Barat mendorong Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia.

"Di Washington, London, dan Brussel, mereka secara langsung mendorong Kyiv untuk mengalihkan aksi militer ke wilayah kita," kata Putin.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/4
Tags:
UkrainaRusiareferendumTentara
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved