Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Disebut Takut Kalah, Penasihat Zelensky Soroti Siasat Putin Manipulasi Wilayah Ukraina

Rusia disebut tengah dalam kondisi takut kalah melawan Ukraina sehingga menggunakan taktik manipulasi di wilayah-wilayah Ukraina.

Capture Video The Sun
Presiden Rusia Vladimir Putin diduga tertidur saat mendengar laporan dari Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, Minggu (2/7/2022). Terbaru, pemerintah Ukraina menyebut Rusia saat ini takut kalah, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia disebut tengah dalam kondisi takut kalah melawan Ukraina.

Sindiran ini disampaikan oleh Kepala Kantor Staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Andrey Yermak.

Dikutip TribunWow dari rt, Yermak menanggapi soal rencana Rusia menggelar referendum di wilayah Ukraina dan eks Ukraina untuk bergabung dengan Rusia.

Baca juga: Kepala Polisi Ukraina Jadi Korban Ledakan Bom setelah Membelot ke Rusia, FSB Diduga Terlibat

“Seperti inilah ketakutan akan kekalahan. Musuh takut dan menggunakan manipulasi primitif," ujar Yermak, Selasa (20/9/2022).

Yermak lalu menegaskan Ukraina berhak membebaskan seluruh wilayahnya yang sempat dikuasai oleh pasukan Putin tak peduli apa yang dilakukan oleh Rusia.

Menurut informasi dari RT.com, rencana referendum akan digelar di Republik Rakyat Donetsk, Republik Rakyat Lugansk, Kherson dan Zaporizhzhia.

Referendum paling cepat dilakukan pada minggu ini.

Masyarakat Ukraina yang kini tinggal di wilayah kekuasaan Rusia terancam penjara hingga 12 tahun jika ketahuan mendukung pemerintahan Rusia.

Dikutip TribunWow dari rt, ancaman ini diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina, Irina Vereshcuk pada Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Sorot Sikap Negara Barat Bela Ukraina, Rusia Khawatirkan Keselamatan Putin saat Terbang ke Indonesia

Vereschuck memperingatkan para warga Ukraina agar tidak ikut-ikutan dalam referendum di wilayah Ukraina yang kini sedang dikuasai oleh pasukan militer Rusia.

Seperti yang diketahui, saat ini otoritas pro Rusia di Kharkov/Kharkiv, Kherson, Donetsk hingga Lugansk berencana mengadakan referendum bersatu dengan Rusia.

Namun masih belum jelas kapan referendum akan diadakan.

Vereschuck menjelaskan, terdapat aturan yang melarang bagi warga Ukraina untuk berpartisipasi dalam referendum tersebut.

"Jika kolaborasi terbukti, misalnya partisipasi dalam referendum atau mengajak untuk berpartisipasi dalam referendum, maka orang tersebut dapat dipenjara hingga 12 tahun beserta penyitaan aset," jelas Vereschuck.

Baca juga: 15 Tahun Berkuasa, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Umumkan Ingin Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved