Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kalah dari Ukraina, Putin Umumkan Wajib Militer Parsial, akan Kirim Warga Rusia ke Medan Perang

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi sebagian penduduk Rusia untuk membantu pasukan di medan perang Ukraina.

Capture YouTube Daily Mail
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato menanggapi protes terhadap penyerangan militer ke Ukraina, Jumat (25/2/2022). Terbaru, Putin umumkan rencana mobilisasi penduduk untuk membantu perang di Ukraina, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan mobilisasi parsial di Rusia saat perang di Ukraina mencapai hampir tujuh bulan.

Dilansir TribunWow.com, Putin mengatakan dia telah menandatangani dekrit tentang mobilisasi parsial, yang akan dimulai pada Rabu (21/9/2022) malam.

Keputusan ini diumumkan sebagai tanggapan setelah pihak Ukraina berhasil menguasai kembali sebagian wilayah yang diduduki Rusia dan mengusir tentara Putin.

Baca juga: Rusia Disebut Takut Kalah, Penasihat Zelensky Soroti Siasat Putin Manipulasi Wilayah Ukraina

Dalam pidato yang disiarkan televisi negara, Putin mengatakan dia membela wilayah Rusia dan bahwa Barat ingin menghancurkan negara itu.

"Langkah mobilisasi akan dimulai hari ini, 21 September," kata Putin dikutip The Moscow Times, Rabu (21/9/2022).

"Kita berbicara tentang mobilisasi parsial, yaitu hanya warga negara yang saat ini berada di tentara cadangan yang akan dikenakan wajib militer, dan di atas semua itu, mereka yang bertugas di angkatan bersenjata memiliki spesialisasi militer tertentu dan pengalaman yang relevan,” katanya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi beberapa menit setelah Putin selesai berbicara, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa 300.000 tentara cadangan Rusia akan dipanggil untuk bertugas sebagai bagian dari mobilisasi parsial.

Putin membenarkan keputusan tersebut dengan menggambarkan pertempuran sengit untuk wilayah Donbas di Ukraina timur dan mengklaim bahwa Barat mendorong Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia.

"Di Washington, London, dan Brussel, mereka secara langsung mendorong Kyiv untuk mengalihkan aksi militer ke wilayah kita," kata Putin.

"Mereka berbicara tentang bagaimana semua cara yang tersedia harus digunakan untuk menghancurkan Rusia di medan perang dengan kerugian politik, ekonomi, budaya, dan semua jenis kedaulatan untuk menjarah total negara kita."

Shoigu kemudian menyambung dan berkata bahwa inilah saatnya Rusia bertarung secara langsung dengan pihak Barat.

Meskipun pada faktanya, mereka hanya berperang dengan tentara Ukraina yang menggunakan senjata dari Barat.

"Kami membunuh, membunuh dan membunuh, dan saatnya telah tiba: kami berperang dengan Barat kolektif," kata Shoigu.

Pasukan terjun payung Rusia menaiki pesawat kargo militer untuk berangkat ke Kazakhstan. Terbaru, Ukraina menawarkan pilihan damai agar tentara Rusia menyerah, Rabu (2/3/2022).
Pasukan terjun payung Rusia menaiki pesawat kargo militer untuk berangkat ke Kazakhstan. Terbaru, Ukraina menawarkan pilihan damai agar tentara Rusia menyerah, Rabu (2/3/2022). (Kementerian Pertahanan Rusia via AFP)

Baca juga: Momen Tentara Rusia Nangis saat Telepon Ibunya, Warga Ukraina Bujuk dan Sajikan Teh, Videonya Viral

Sebuah keputusan tentang mobilisasi yang kemudian diterbitkan di situs web Kremlin menyatakan bahwa kontrak tentara yang dimobilisasi tidak akan berakhir sampai akhir mobilisasi parsial.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved